BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan Multiguna 44,74% YoY

BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan Multiguna 44,74% YoY
PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance). (Foto: NET)

JAKARTA — PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) membukukan lonjakan penyaluran pembiayaan multiguna hingga 44,74% secara year on year (YoY) sepanjang semester I/2026. 

Menurut penjelasan Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, sektor pembiayaan multiguna ini memberikan kontribusi sebesar 10,88% terhadap total portofolio perseroan.

“BRI Finance akan mengoptimalkan sinergi dengan BRI Group, memperluas kanal pemasaran, serta meningkatkan kemudahan dan kecepatan proses pembiayaan,” tuturnya, Senin (20/7/2026).

Aditia memaparkan bahwa langkah taktis tersebut akan diimplementasikan secara selektif dengan tetap memprioritaskan asas kehati-hatian serta menjaga mutu pembiayaan. 

Di sisi lain, tantangan terbesar dalam penyaluran pembiayaan multiguna saat ini adalah menyelaraskan antara ekspansi bisnis dan kualitas aset di tengah situasi ekonomi serta daya beli masyarakat yang dinamis.

“Selain itu, persaingan industri yang semakin ketat juga mendorong perusahaan untuk tetap selektif dalam penyaluran pembiayaan,” ucap Aditia.

Oleh sebab itu, BRI Finance berkomitmen untuk terus memperkokoh manajemen risiko, menjalankan prinsip kehati-hatian, dan mengarahkan fokus pada segmen dengan profil risiko yang aman demi mewujudkan pertumbuhan yang sehat serta berkelanjutan.

Kendati dibayangi tantangan tersebut, Aditia mengungkapkan bahwa pihaknya tetap optimistis melihat prospek pembiayaan multiguna pada semester II/2026. 

Keyakinan ini didasari oleh aktivitas ekonomi yang terjaga, peningkatan kebutuhan pembiayaan dari masyarakat serta pelaku usaha, hingga proyeksi suku bunga yang lebih stabil yang diharapkan mampu menjaga daya beli sekaligus minat masyarakat terhadap pembiayaan.

“Meski demikian, kami tetap mencermati dinamika ekonomi global dan kondisi likuiditas yang berpotensi memengaruhi kepercayaan konsumen dan permintaan pembiayaan,” kata Aditia.

Sebagai informasi tambahan, data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa pembiayaan multiguna masih mendominasi hingga Mei 2026 dengan perolehan mencapai Rp256,77 triliun atau naik 5,21% (YoY). 

Di waktu yang sama, pembiayaan modal kerja men menembus Rp55,36 triliun dengan pertumbuhan 7,96% (YoY), sedangkan pembiayaan investasi mengalami penyusutan sebesar 5,79% (YoY) menjadi Rp168,06 triliun.

“Adapun, besaran plafon dan agunan pembiayaan multiguna bervariasi sesuai skema dan objek pembiayaan,” ucap Kepala Executif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK Agusman.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index