Kemnaker Gelar Seleksi Pelatihan Vokasi Tahap 5 hingga 23 September

Kemnaker Gelar Seleksi Pelatihan Vokasi Tahap 5 hingga 23 September
Sejumlah peserta mengikuti pembukaan Pelatihan Vokasi Nasional 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Rabu (8/4/2026). [FOTO: KOMPAS.com/NURPINI AULIA RAPIKA]

JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyampaikan bahwa proses seleksi Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Tahap 5 digelar hingga 23 September 2026.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker Darmawansyah dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (18/9/2026), menjelaskan tahapan tersebut merupakan bagian dari penetapan peserta pelatihan.

Ia menambahkan, penyaringan peserta dilakukan untuk memastikan kesiapan mereka sebelum memulai masa pelatihan.

“Seleksi ini sangat penting, maka dari itu kami mengimbau agar calon peserta dapat menggunakan kesempatan ini sebaik baiknya,” ujar Darmawansyah.

Selain itu, ia memaparkan bahwa hasil tes seleksi bakal menjadi landasan utama dalam menentukan kelolosan peserta Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Tahap 5.

Lewat proses penyaringan ini, Kemnaker ingin memastikan seluruh calon peserta yang lolos telah siap secara matang untuk mengikuti seluruh program pelatihan.

“Kami berharap, bagi peserta yang nantinya terpilih menjadi peserta pelatihan, memiliki komitmen kuat dan dapat memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan,” kata Darmawansyah.

Pengumuman kelolosan seleksi dijadwalkan pada 24 September 2026. Para calon peserta diminta berkala mengecek pembaruan informasi di situs resmi skillhub.kemnaker.go.id.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyebutkan Pelatihan Vokasi Nasional menjadi langkah strategis pemerintah dalam mempercepat peningkatan keahlian tenaga kerja agar siap menghadapi perubahan industri.

“Kami ingin memperluas akses masyarakat dalam memperoleh keahlian terapan yang relevan,” kata Menaker dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (5/9).

Yassierli menilai pergeseran sektor industri yang berjalan cepat menuntut para pekerja untuk konsisten mengasah serta meningkatkan kemampuan teknis mereka.

Sebab itu, program upskilling maupun reskilling krusial dijalankan agar tenaga kerja di Tanah Air makin berdaya saing tinggi dan sanggup menjawab tuntutan pasar kerja.

Ia menegaskan, penerimaan Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 5 ini mengutamakan para pencari kerja, korban pemutusan hubungan kerja (PHK), serta calon wirausahawan, terutama bagi lulusan SMA/SMK sederajat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index