Bukan Cuma Selingkuh, Kenali 15 Tanda Hubungan Tidak Sehat

Bukan Cuma Selingkuh, Kenali 15 Tanda Hubungan Tidak Sehat
Ilustrasi - Hubungan yang sehat. (Foto: NET)

JAKARTA - Banyak individu langsung mengaitkan istilah hubungan tidak sehat dengan tindakan perselingkuhan. Padahal, kondisi hubungan yang kurang sehat ini dapat mewujud dalam beragam bentuk yang kerap kali sulit disadari. 

Beberapa indikator yang dapat merusak kualitas sebuah hubungan di antaranya adalah minimnya rasa saling percaya, pola komunikasi yang buruk, hingga perilaku mengontrol pasangan. 

Apabila dibiarkan secara terus-menerus, keadaan ini bukan saja merusak keharmonisan bersama pasangan, melainkan juga berimbas pada kesehatan mental serta emosional dari kedua pihak. 

Lantas, seperti apa karakteristik dari hubungan yang tidak sehat tersebut? Berikut adalah ulasannya yang dihimpun dari Verywell Mind.

Indikator Hubungan Tidak Sehat

Minimnya rasa saling percaya Kepercayaan ialah fondasi pokok dalam sebuah jalinan asmara. Apabila salah satu atau kedua pihak senantiasa merasa curiga, jalinan tersebut akan dipenuhi oleh rasa cemas dan ketidakpastian. 

Hubungan yang sehat memosisikan tiap orang untuk merasa aman tanpa mesti terus mempertanyakan kesetiaan ataupun kejujuran dari pasangannya.

Komunikasi yang tersumbat Buruknya komunikasi tidak sekadar ditandai oleh intensitas pertengkaran yang sering, melainkan juga saat salah satu pihak enggan mengutarakan perasaan ataupun persoalan. 

Dampaknya, kesalahpahaman menjadi mudah timbul dan masalah kecil bisa membesar menjadi konflik yang lebih hebat.

Perilaku yang terlampau mengontrol Pasangan yang senantiasa ingin mengatur segala aktivitas, lingkup pertemanan, gaya berpakaian, sampai keputusan personal dapat menjadi indikasi hubungan yang kurang sehat. 

Sikap mengontrol ini kerap kali dikemas dengan dalih perhatian atau rasa sayang, padahal tindakan tersebut dapat membatasi kebebasan pasangannya.

Ketiadaan rasa saling menghormati Rasa hormat akan tecermin dari cara seorang pasangan memperlakukan, mendengarkan, serta menghargai opini satu sama lain. 

Apabila salah satu pihak kerap meremehkan, mempermalukan, ataupun mengabaikan perasaan pasangannya, maka hubungan tersebut sudah semestinya dievaluasi.

Merasa wajib selalu berhati-hati Di dalam hubungan yang tidak sehat, seseorang mungkin merasa harus terus menjaga sikapnya agar pasangan tidak meledak marah atau tersinggung. Situasi ini membuat individu bersangkutan sulit untuk menjadi diri sendiri lantaran takut memicu pertikaian.

Kebutuhan personal yang senantiasa diabaikan Melakukan kompromi merupakan bagian dari dinamika hubungan. 

Kendati demikian, apabila hanya satu pihak saja yang terus mengalah sampai mengorbankan kebutuhan, keinginan, atau kebahagiaan pribadinya, jalinan hubungan tersebut menjadi tidak berimbang.

Senantiasa terkuras secara emosional Hubungan idealnya menjadi wadah untuk saling memberikan dukungan. 

Sebaliknya, hubungan yang kurang sehat justru memicu seseorang untuk terus merasakan stres, kecemasan, atau kelelahan secara emosional sehabis berinteraksi dengan pasangannya.

Tindakan manipulasi perasaan oleh pasangan Manipulasi emosional dapat terjadi kala seseorang memicu pasangannya merasa bersalah, meragukan kapasitas diri sendiri, atau memikul tanggung jawab atas seluruh persoalan dalam hubungan. 

Perilaku ini pun dapat mewujud dalam bentuk gaslighting, yakni memaksa pasangan mempertanyakan memori ataupun persepsinya sendiri.

Terasing dari lingkungan terdekat Hubungan dinilai tidak sehat saat pasangan berupaya menjauhkan Anda dari keluarga, kawan, atau lingkungan sosial. Padahal, sokongan dari orang-orang terdekat sangat krusial guna menjaga stabilitas emosional.

Rasa cemburu yang berlebihan Munculnya rasa cemburu sesekali adalah perkara yang lumrah. Namun, apabila pasangan senantiasa menaruh curiga tanpa landasan, memeriksa gawai, atau mengawasi gerak-gerik setiap waktu, kondisi itu dapat menjadi indikasi jalinan hubungan yang tidak sehat.

Tidak adanya sokongan bagi perkembangan pasangan Dalam ikatan hubungan yang sehat, kedua belah pihak akan saling mendukung untuk bertumbuh. 

Sebaliknya, hubungan yang tidak sehat dapat diindikasikan dengan pasangan yang mengecilkan pencapaian, menghalangi impian, atau tidak senang menyaksikan pasangannya meraih kesuksesan.

Konflik yang selalu berujung pada aksi saling menyalahkan Tiap pasangan tentu menghadapi perbedaan pandangan. Namun, apabila tiap pertikaian selalu berujung pada aksi saling menyalahkan tanpa ada upaya mencari jalan keluar bersama, hubungan tersebut akan sukar untuk berkembang.

Batasan personal yang tidak dihargai Tiap individu memiliki batasan (boundaries) yang wajib dihormati, baik yang berkaitan dengan privasi, waktu, maupun kenyamanan. Tindakan mengabaikan batasan tersebut memperlihatkan kurangnya rasa hormat kepada pasangan.

Merasa tidak bahagia dalam hubungan Kendati tidak selalu diwarnai oleh pertengkaran, hubungan yang memicu seseorang lebih sering merasa sedih, kesepian, atau tidak diapresiasi ketimbang merasa bahagia juga patut menjadi alarm perhatian.

Terjadinya kekerasan dalam segala wujud Kekerasan ialah tanda paling nyata dari hubungan yang tidak sehat. Wujudnya tidak cuma berupa kekerasan fisik, melainkan juga verbal, emosional, seksual, hingga finansial. 

Jika mengalami kekerasan dalam hubungan, penting untuk mencari bantuan dari orang yang dipercaya atau layanan profesional demi menjaga keselamatan dan kesejahteraan diri.

Hubungan yang sehat bukan berarti bersih dari konflik. Perbedaan pandangan merupakan hal yang lumrah, tetapi semestinya dapat dirampungkan melalui jalinan komunikasi yang terbuka, rasa saling menghormati, serta kepercayaan. 

Sebaliknya, jika pelbagai indikator di atas terus berulang dan tidak memperlihatkan adanya perubahan walaupun sudah diusahakan untuk diperbaiki, mungkin sudah saatnya untuk meninjau kembali hubungan tersebut demi menjaga kesehatan fisik maupun mental.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index