Deteksi Dini Penyakit dan Atur Gaya Hidup Lewat Tes Genomik

Deteksi Dini Penyakit dan Atur Gaya Hidup Lewat Tes Genomik
Ilustrasi - Tes Genomik. (Foto: NET)

JAKARTA — Perkembangan teknologi medis saat ini mendorong layanan kesehatan untuk bergerak menuju pendekatan yang lebih personal. Salah satu terobosan yang kian luas digunakan adalah tes genomik, yang mampu membedah informasi kesehatan lewat analisis DNA. 

Berkat data yang tersimpan di dalam DNA, pemeriksaan ini dapat memfasilitasi seseorang untuk memahami profil tubuhnya secara lebih mendalam. 

Data tersebut selanjutnya digunakan untuk menunjang deteksi dini penyakit, menentukan pengobatan yang lebih berdaya guna, sampai mengadopsi pola hidup yang lebih tepat.

CEO NalaGenetics Levana Sani mengungkapkan bahwa implementasi teknologi tes genomik di Indonesia kian memperlihatkan tren positif. Menurut perempuan yang akrab dipanggil Levi tersebut, pemeriksaan ini sekarang mulai banyak diaplikasikan untuk memetakan risiko berbagai penyakit.

Salah satu data yang bisa didapatkan adalah risiko kanker herediter. Menurut Levi, seseorang yang memiliki riwayat penyakit kanker di dalam keluarganya dapat menggunakan tes ini untuk memetakan tingkat risiko mereka, sehingga tindakan pencegahan dan penanganan dapat diambil sejak awal.

"Tes genetik bukan bertujuan memberikan kabar buruk kepada seseorang. Tujuannya justru memberikan kesempatan agar kami dapat melakukan intervensi lebih awal," katanya dalam acara Kamis Santuy: Kenali DNA-mu, Personalize Your Health di Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Bukan hanya itu, tes genomik pun bisa mempermudah identifikasi potensi penyakit kardiovaskular. Pada beberapa situasi, tingginya kadar kolesterol tidak memperlihatkan gejala klinis sehingga sering kali terabaikan. 

Melalui pengecekan genetik, khususnya untuk individu yang mempunyai riwayat penyakit jantung dalam keluarga, tingkat risiko tersebut bisa dideteksi lebih awal agar pengawasan dapat berjalan dengan lebih tepat.

Pemeriksaan genomik juga dapat menyediakan informasi terkait bagaimana tubuh merespons obat, termasuk potensi timbulnya efek samping. 

Di samping itu, pengujian ini dapat dimanfaatkan untuk carrier screening, khususnya bagi pasangan yang tengah mempersiapkan kehamilan. 

Melalui pemeriksaan tersebut, calon orang tua dapat mendeteksi probabilitas membawa gen pembawa penyakit bawaan, seperti talasemia, yang berisiko diturunkan kepada buah hati mereka.

Kendati demikian, pemanfaatan analisis genomik saat ini tidak lagi sekadar berfokus pada risiko penyakit. 

Kemajuan teknologi kini juga membuka peluang untuk merumuskan rekomendasi nutrisi serta pola hidup yang lebih personal seturut karakteristik genetik tiap-tiap orang, termasuk dalam memilih pola makan dan opsi olahraga yang paling pas.

Sebagai contoh, menurut Levi, aktivitas olahraga yang sedang populer seperti padel belum tentu pas bagi semua orang. 

Tanpa menimbang kondisi fisik serta profil genetik, mengikuti tren olahraga tersebut malah dapat memperbesar risiko cedera ketimbang memberikan dampak positif bagi kebugaran.

"Sebab, ada orang yang secara genetik lebih rentan mengalami cedera pada otot, tulang, maupun sendi. Untuk orang seperti itu, mungkin olahraga seperti yoga atau lari justru lebih sesuai dibandingkan padel," imbuhnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index