JAKARTA — Di tengah maraknya sinema bertema laga dan horor, Anak Anak Bambu hadir menyajikan kisah hangat mengenai keluarga, kepedulian, serta harapan. Layar lebar ini mengajak pemirsa menyaksikan bahwa kebahagiaan mampu tumbuh dari tempat yang paling bersahaja.
Melalui kisah sekelompok anak yatim yang menetap bersama di Rumah Abah Bambu, film besutan Dyan Sunu Prastowo ini menyoroti arti persahabatan serta ikatan keluarga yang tidak melulu terlahir dari hubungan darah.
Sentuhan dari produser Elma Theana, yang juga dikenal sebagai aktris dan penyanyi senior, ikut memperkokoh nuansa emosional yang disajikan sepanjang alur cerita.
Alur kisah berpusat di Rumah Abah Bambu, sebuah hunian sederhana yang menjadi tempat bernaung bagi anak-anak yatim. Di sana, anak-anak tumbuh bersama dalam lingkungan penuh kasih sayang, saling menopang, dan menjalani hari layaknya sebuah keluarga.
Keseharian mereka diwarnai beragam aktivitas sederhana, mulai dari bermain, belajar, hingga saling berbagi cerita. Walaupun hidup dalam keterbatasan, kebersamaan membuat mereka tetap dapat menjalani kehidupan dengan penuh kegembiraan.
Konflik mulai bergulir ketika Netta, pemilik lahan tempat Rumah Abah Bambu berdiri, berniat menjual tanahnya. Keputusan tersebut diambil lantaran dia mesti menuntaskan persoalan yang sedang dihadapi keluarganya. Akan tetapi, di tengah prosesnya, dia bimbang.
Keinginan Netta untuk melepas tanah itu perlahan berubah setelah mengenal satu demi satu anak-anak penghuni Rumah Abah Bambu. Pertemuan tersebut membuka sudut pandangnya terhadap kehidupan yang selama ini tidak pernah dia bayangkan.
Tatkala tinggal bersama mereka, Netta menyadari bahwa di balik senyuman anak-anak itu tersimpan kisah kehilangan yang mendalam. Mereka tetap sanggup tertawa meski pernah kehilangan orang tua, sekaligus memelihara mimpi-mimpi besar di tengah keterbatasan.
Salah satu sosok yang paling membekas di hatinya adalah Gebang. Bocah itu mengajarkannya bahwa keluarga bukan semata-mata tentang hubungan darah, melainkan tentang orang-orang yang memilih untuk tetap tinggal, saling menjaga, dan berbagi kasih sayang.
Netta pun menyadari bahwa keluarga dapat hadir dalam berbagai wujud. Rumah terbaik bukanlah bangunan yang paling megah, melainkan tempat yang menghadirkan rasa aman, diterima, dan dicintai oleh orang-orang di dalamnya.
Sinema ini semakin menarik karena dibintangi aktor ternama dan pendatang baru. Deretan pemain yang terlibat antara lain Ayushita Nugraha, Fairuz A. Rafiq, M. Adhiyat, Sonny Septian, dan Irgi Fahri.
Mereka akan menghidupkan kisah tentang persahabatan, kehilangan, serta perjuangan mempertahankan tempat yang telah menjadi rumah bagi banyak anak.
Melalui cerita yang menyentuh, Anak Anak Bambu mengajak penonton merenungkan kembali makna sebuah rumah dan keluarga. Film ini membawa pesan bahwa rumah terbaik bukanlah yang paling megah, melainkan tempat yang dipenuhi kasih sayang, kepedulian, dan rasa saling memiliki.
Film Anak Anak Bambu dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 23 Juli 2026.