Cegah Stroke dan Jantung, Dokter Ingatkan Rutin Cek Kolesterol

Cegah Stroke dan Jantung, Dokter Ingatkan Rutin Cek Kolesterol
Tanpa Gejala, Dokter Anjurkan Cek Kolesterol Rutin. (Foto: NET)

JAKARTA - Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Dr. dr. Susetyo Atmojo, Sp.JP, mengimbau masyarakat bahwa kolesterol tinggi pada umumnya tidak memperlihatkan gejala, sehingga pemeriksaan kadar kolesterol secara berkala sangat diperlukan.

"Sebagian besar kolesterol tinggi tidak bergejala. Ketika dicek sudah tinggi. Kalau kami gagal mendeteksi secara awal, maka kami akan mendeteksi kolesterol tinggi itu pada saat kami akan mengalami serangan jantung atau stroke. Sangat disayangkan. Padahal serangan jantung atau stroke itu serangannya yang mendadak, penyakitnya bisa dicegah," kata Susetyo dalam sesi edukasi media yang digelar Daewoong bersama PERKI di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa situasi ini mengakibatkan banyak orang tidak mengerti bahwa kadar kolesterol mereka sudah melonjak lantaran tidak merasakan keluhan tertentu. 

Dampaknya, kondisi kolesterol tinggi baru terdeteksi sewaktu seseorang melakukan cek kesehatan atau saat komplikasi sudah terjadi.

Berdasarkan keterangan dokter yang baru saja menyelesaikan studi doktornya di Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) tersebut, tingginya kadar kolesterol low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat dapat menstimulasi pembentukan plak aterosklerosis pada pembuluh darah. 

Akumulasi plak ini terjadi bertahap hingga menyumbat aliran darah dan memperbesar risiko stroke serta serangan jantung.

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk tidak menanti timbulnya gejala baru melakukan pengecekan kadar kolesterol.

"Kalau menunggu gejala, biasanya penyakitnya sudah terlambat. Jadi pemeriksaan kolesterol secara berkala menjadi cara terbaik untuk mendeteksi risiko sejak dini," ujarnya.

Susetyo menegaskan bahwa skrining kolesterol secara rutin sangat krusial, khususnya bagi orang-orang yang mempunyai faktor risiko penyakit kardiovaskular, layaknya diabetes, hipertensi, kebiasaan merokok, hingga riwayat penyakit jantung di lingkaran keluarga.

Ia pun mengimbau bahwa pemeriksaan tersebut bukan cuma bertujuan untuk melihat kadar kolesterol total, melainkan juga kadar LDL yang berperan sebagai salah satu indikator utama dalam mengukur risiko penyakit jantung serta pembuluh darah.

Di samping melakukan pengecekan berkala, Susetyo mengajak masyarakat untuk menjalankan gaya hidup sehat dengan membatasi asupan lemak jenuh dan lemak trans, aktif berolahraga, mempertahankan berat badan yang ideal, dan mematuhi pengobatan dari dokter jika sudah terdiagnosis mengidap kolesterol tinggi.

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index