JAKARTA — Laju penyaluran kredit ke segmen UMKM mengalami pertumbuhan yang terbatas pada Juni 2026, yang didorong oleh kredit skala usaha mikro dan kecil.
Berdasarkan data Analisis Perkembangan Uang Beredar yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI), penyaluran kredit UMKM pada Juni 2026 menyentuh angka Rp1.519,1 triliun atau naik 1,0% YoY bila disandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
“Penyaluran kredit kepada UMKM pada Juni 2026 tumbuh sebesar 1,0% YoY, lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 0,6% YoY,” tulis BI dalam laporannya, dikutip pada Kamis (23/7/2026).
Otoritas moneter memaparkan, kredit UMKM yang meningkat 1,0% YoY pada Juni 2026 disokong oleh kredit skala usaha mikro dan kecil yang masing-masing mengalami kenaikan sebesar 1,5% dan 0,1% YoY.
Sebaliknya, kredit untuk skala usaha menengah mengalami pertumbuhan sebesar 1,6% YoY, melambat jika dibandingkan dengan bulan Mei 2026 yang sebesar 1,8% YoY.
Apabila ditinjau dari jenis penggunaannya, ekspansi kredit UMKM pada periode ini terutama berasal dari kredit investasi. Per Juni 2026, kredit investasi tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 13,5% YoY, naik dari capaian bulan sebelumnya yang berada di angka 12,5% YoY.
Walaupun begitu, kredit modal kerja masih berada dalam tren kontraksi. Hal ini terlihat dari data per Juni 2026 yang memperlihatkan bahwa kredit modal kerja mengalami kontraksi sebesar -4,3% YoY dari posisi sebelumnya sebesar -4,5% YoY.
Secara keseluruhan, BI memaparkan bahwa pertumbuhan total kredit yang dikucurkan oleh perbankan pada Juni 2026 mengalami akselerasi.
Penyaluran kredit pada Juni 2026 terdokumentasikan sebesar Rp8.916,7 triliun, atau tumbuh sebesar 12,1% YoY, melesat dibanding pertumbuhan Mei 2026 yang berada di angka 10,8% YoY.
Sementara itu, peningkatan penyaluran kredit pada Juni 2026 dipicu oleh naiknya penyaluran kredit kepada pihak debitur korporasi serta perorangan.
Tercatat, kredit yang dikucurkan pihak bank kepada debitur korporasi dan perorangan masing-masing bertumbuh sebesar 19,3% dan 3,5% YoY, meningkat bila dibandingkan dengan perolehan bulan sebelumnya yang sebesar 17,2% dan 3,4% YoY.