JAKARTA – Di samping konsisten menjaga kualitas asetnya, Bank Mandiri terus memperkokoh penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Sampai dengan Juni 2026, total portofolio pembiayaan berkelanjutan yang disalurkan Bank Mandiri sudah menembus angka Rp 327 triliun, atau mengalami peningkatan sebesar 7,5% secara tahunan (YoY).
Jumlah tersebut terbagi atas pembiayaan hijau senilai Rp 173 triliun yang naik 9,8% YoY, serta pembiayaan sosial senilai Rp 155 triliun yang tumbuh 5% YoY.
Pada periode kuartal kedua tahun 2026, Bank Mandiri berhasil mendapatkan pinjaman sosial (social loan) senilai US$ 750 juta dengan jaminan dari Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA), yang merupakan bagian dari World Bank Group.
Alokasi dana dari pinjaman ini bakal dimanfaatkan demi menunjang sektor pembiayaan UMKM, termasuk di antaranya Kredit Usaha Rakyat (KUR), sekaligus memperluas jangkauan akses modal bagi para pelaku UMKM perempuan.
Dari aspek operasional bisnis, Bank Mandiri terus menjalankan langkah nyata reduksi emisi melalui pengoperasian 626 unit kendaraan listrik maupun hybrid, pemasangan 870 unit panel surya, perancangan green building, hingga penyediaan 33 titik charging station.
Bank Mandiri pun kian memperluas inklusi keuangan masyarakat lewat platform Livin' Merchant, di mana sekitar 63% dari total penggunanya berdomisili di area non-urban.
Sementara itu pada April 2026, Bank Mandiri resmi menghadirkan fitur Livin' Planet yang memberi kesempatan kepada para nasabah untuk membeli Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) yang ditransaksikan lewat IDXCarbon.
Direktur Bank Mandiri, Riduan, merasa sangat optimistis bahwa kondisi fundamental perusahaan yang tangguh bakal menjadi modal utama bagi Bank Mandiri untuk mempertahankan tren pertumbuhan bisnis ke depan.
"Fundamental yang kokoh ini menjadi bekal kami untuk terus tumbuh, memperdalam penetrasi ekosistem Mandiri Group, serta menghadirkan layanan finansial yang menyeluruh bagi masyarakat dan pelaku usaha," tutupnya.