JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa terdapat potensi penghematan anggaran apabila rencana untuk mengecualikan anak dari keluarga berkecukupan sebagai penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) benar-benar diterapkan.
Hingga saat ini, Badan Gizi Nasional (BGN) diketahui masih melakukan kajian mendalam terkait wacana agar anak-anak yang berasal dari kelompok ekonomi mampu atau kaya tidak lagi dimasukkan sebagai target penerima program MBG.
"Pasti ada kurang, penghematan (anggaran) lah, bukan potong. Tapi tergantung mereka gimana teknisnya nanti," kata Purbaya setelah mengikuti rapat koordinasi (rakor) devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Kendati demikian, Menkeu Purbaya memberikan pengakuan bahwa dirinya belum mengetahui secara mendetail mengenai mekanisme implementasi kebijakan tersebut lantaran hal itu merupakan wewenang penuh dari pihak BGN.
"Saya enggak tahu detilnya seperti apa. Saya mesti tanya ke Kepala MBG bagaimana prosedurnya. Itu kan mereka yang kendalikan sepenuhnya. Kalau ada anak orang kaya, berarti sekolah-sekolah yang bagus-bagus. Mungkin nanti kalau mereka bilang mereka enggak mau, ya udah. Dikasih katanya gitu, tapi teknisnya tanya mereka ya," ujarnya.
Purbaya turut menyampaikan adanya rencana untuk melangsungkan pertemuan dengan Kepala BGN yang baru, Sudaryono, usai proses konsolidasi di internal lembaga tersebut rampung dilakukan.
"Ketuanya ganti. Kami biarkan konsolidasi dulu. Ini kan masih konsolidasi. Tadinya minggu ini, tapi kan ketuanya ganti. Ada, tapi kan dia masih konsolidasi. Biar tenang dulu," katanya.