JAKARTA - PT Samator Indo Gas Tbk meningkatkan kapasitas distribusi gas industri di wilayah Batam dengan meresmikan stasiun pengisian (filling station) mutakhir berbasis digital.
Pengoperasian fasilitas baru yang berlokasi di pabrik PT Samator Gas Industri Batam ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan untuk menyokong infrastruktur pasokan gas di kawasan industri strategis tanah air.
Presiden Direktur Samator, Rachmat Harsono, menyatakan bahwa keberadaan fasilitas canggih ini ditujukan untuk menjamin suplai gas industri yang lebih tangguh, aman, dan berkesinambungan.
Langkah ini diambil guna merespons lonjakan permintaan dari berbagai sektor industri di Batam maupun daerah di sekitarnya.
“Sebagai kawasan yang menjadi tujuan investasi domestik maupun asing, Batam terus berkembang sebagai basis industri manufaktur, elektronika, galangan kapal, logistik, hingga sektor-sektor berteknologi tinggi yang membutuhkan pasokan gas industri secara berkesinambungan," ungkapnya pada Selasa (28/7/2026).
Stasiun pengisian ini difungsikan untuk memproduksi dan mendistribusikan aneka jenis gas industri.
Produk yang dihasilkan meliputi oksigen (O?), nitrogen (N?), argon (Ar), karbon dioksida (CO?), nitrogen campuran (N? Mix), dan argon campuran (Ar Mix), serta tambahan produk berupa hidrogen, mixed gas, forming gas, hingga specialty gas.
Berbagai produk tersebut sangat vital dalam menunjang kelancaran proses produksi di lini manufaktur, oleokimia, fabrikasi logam, pengelasan, industri elektronik, energi, makanan-minuman, hingga sektor layanan kesehatan di kawasan Kepulauan Riau.
"Fasilitas ini juga telah dilengkapi dengan sistem otomasi pada proses pengisian yang memungkinkan operasional menjadi lebih efisien, akurat, dan konsisten sekaligus meningkatkan aspek keselamatan dan kualitas," ujar Rachmat.
Manajemen Samator memandang bahwa pembaruan stasiun pengisian di Batam ini merupakan langkah strategis jangka panjang perusahaan untuk membawa layanan menjadi lebih dekat dengan konsumen.
Di saat yang sama, langkah ini juga ditujukan untuk mendongkrak daya saing industri di dalam negeri.
"Batam kalau dilihat dari growth-nya luar biasa sekali. Demand untuk oksigen, nitrogen, argon untuk industri sangat cepat kenaikannya, mungkin 20-30 persen dari tahun lalu,” papar Rachmat. “Karena perkembangan industri yang sangat cepat ini, kami melihat perlu investasi. filling station ini yang tercanggih," tambahnya.
Rachmat juga menerangkan bahwa sistem distribusi gas di Batam memiliki karakteristik tersendiri dibandingkan wilayah lain. Hal ini karena mayoritas pelanggan memanfaatkan mekanisme distribusi memakai tabung dan trailer untuk dapat menjangkau berbagai kawasan industri.
Tidak hanya berfokus pada pemenuhan pasar domestik, Samator turut membuka peluang untuk mengekspor gas ke negara tetangga. Walau begitu, realisasi hal tersebut sangat bergantung pada kemampuan perusahaan untuk mempertahankan daya saing harga.
"Kami harus memastikan harga gas tetap kompetitif, tidak hanya bersaing di dalam negeri tetapi juga dengan negara lain seperti Singapura. Kami ingin produk Indonesia juga mampu masuk ke pasar luar negeri," tegasnya.
Di samping urusan bisnis, Rachmat juga menjamin bahwa keselamatan kerja selalu menjadi prioritas tertinggi perusahaan.
Setiap tabung gas wajib melalui serangkaian tes berkala, termasuk uji kelayakan setiap lima tahun sekali guna mencegah potensi kebocoran.
Para pekerja di lapangan juga diwajibkan untuk selalu menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar industri, mulai dari helm, kacamata, sarung tangan, sepatu keselamatan, hingga kelengkapan operasional lainnya.
Sementara itu, Fary Djemy Francis selaku Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam menyambut baik dan mengapresiasi kucuran investasi dari Samator ini. Ia memaparkan bahwa jaminan pasokan gas selalu menjadi pertimbangan krusial bagi para investor saat merencanakan ekspansi bisnis di Batam.
"Selama ini salah satu isu yang sering disampaikan investor adalah bagaimana memastikan distribusi gas selalu tersedia secara berkesinambungan. Kehadiran fasilitas ini menjadi langkah penting untuk menjawab kebutuhan tersebut," katanya.
Fary memproyeksikan kebutuhan gas di kawasan Batam akan terus meroket sejalan dengan pembukaan kawasan industri baru dan pembangunan beragam fasilitas layanan publik, termasuk institusi kesehatan.
Mengingat pemerintah pusat menargetkan Batam sebagai salah satu sentra pertumbuhan investasi nasional, maka kesiapan infrastruktur energi mutlak harus bisa mengimbangi derasnya arus investasi.
"Jika Batam terus berkembang sebagai kawasan investasi, maka kebutuhan gas harus dapat dipenuhi secara cepat, andal, dan berkelanjutan. Hal ini menjadi salah satu kunci untuk menjaga kepercayaan investor," pungkas Fary.
Berbekal rekam jejak dan pengalaman lebih dari seratus tahun di sektor gas, yang juga didukung oleh jaringan 60 pabrik serta 103 stasiun pengisian yang tersebar di 29 provinsi, Samator kian mengukuhkan posisinya sebagai mitra strategis bagi berbagai sektor industri.
Melalui pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan, Samator bertekad untuk terus menghadirkan suplai gas industri yang aman, inovatif, serta berstandar tinggi demi menopang laju pertumbuhan ekonomi nasional.