WIFI Alokasikan Rp 2,4 Triliun dari Samurai Bond demi Ekspansi FTTH

WIFI Alokasikan Rp 2,4 Triliun dari Samurai Bond demi Ekspansi FTTH
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) bakal memanfaatkan dana segar dari penerbitan Samurai Bond sebesar JPY 21,4 miliar atau berkisar Rp 2,4 triliun demi memperlebar jangkauan jaringan fiber-to-the-home (FTTH) di penjuru tanah air. (Foto: NET)

JAKARTA - PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) bakal memanfaatkan dana segar dari penerbitan Samurai Bond sebesar JPY 21,4 miliar atau berkisar Rp 2,4 triliun demi memperlebar jangkauan jaringan fiber-to-the-home (FTTH) di penjuru tanah air. 

Tidak hanya untuk mendanai proyek jaringan baru, WIFI pun bakal memakai dana tersebut demi memelihara serta memperluas infrastruktur telekomunikasi, menyokong modal kerja, hingga melakukan pembiayaan kembali alias refinancing utang.

Perolehan dana ini didapatkan lewat penerbitan Samurai Bond oleh PT Integrasi Jaringan Ekosistem (Weave). Perusahaan anak usaha WIFI yang mengelola layanan fixed broadband Starlite FTTH tersebut saat ini kepemilikan sahamnya dipegang sebesar 49% oleh NTT East Group.

Aksi penerbitan Samurai Bond oleh Weave ini terbagi ke dalam dua seri, yakni obligasi senilai JPY 19,4 miliar dengan masa tenor tiga tahun serta JPY 2 miliar dengan masa tenor lima tahun. 

Keduanya bakal tercatat di pasar obligasi Jepang. Sebelum melangsungkan penerbitan obligasi ini, WEAVE telah mengantongi peringkat BBB+ bagi korporasi maupun obligasinya dari Japan Credit Rating Agency (JCR). 

Peringkat investment grade ini diperoleh secara independen tanpa adanya jaminan ataupun penguatan kredit.

Direktur Utama PT Integrasi Jaringan Ekosistem Hendrik Tee mengungkapkan bahwa perolehan dana dari pasar obligasi Jepang ini bakal mengokohkan struktur permodalan sekaligus membuka lebar akses perseroan terhadap keran pembiayaan global.

"Dengan dukungan investor internasional, kami akan mempercepat pembangunan jaringan fixed broadband nasional agar semakin banyak masyarakat Indonesia dapat menikmati layanan internet berkecepatan tinggi dengan harga yang terjangkau," jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (29/7/2026).

Menurut Hendrik, kucuran dana segar ini diharapkan bisa mengakselerasi program pembangunan jaringan FTTH sekaligus melebarkan cakupan layanan internet perumahan, menyusul terus melonjaknya keperluan koneksi digital di pelbagai wilayah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index