JAKARTA - Bukan cuma area wajah yang bisa menua, kulit pada bagian tubuh lainnya juga dapat mengering, mengendur, keriput, hingga memicu bercak hitam akibat pertambahan usia.
Oleh sebab itu, dokter spesialis kulit mengimbau agar pemeliharaan kulit tubuh tidak sekadar mandi saja, melainkan wajib melibatkan pemakaian pelembap serta tabir surya, khususnya pada area yang kerap terekspos sinar matahari langsung.
Selama ini, atensi masyarakat terhadap perawatan kulit memang lebih didominasi oleh wajah. Langkah membersihkan wajah, mengaplikasikan pelembap, serum, sampai tabir surya telah menjadi kebiasaan harian bagi banyak individu.
Padahal, kulit di bawah area leher pun tetap melewati proses penuaan. Menyadur dari CNA Lifestyle (21/7/2026), pakar dermatologi memaparkan bahwa proses penuaan pada kulit tubuh sebetulnya berjalan lebih lambat dibanding wajah.
Walau demikian, kulit tubuh tetap berpotensi mengalami kekeringan, berkurang kelenturannya, mengalami degradasi warna, hingga menipis.
Terdapat perbedaan karakteristik antara kulit tubuh dengan kulit wajah. Menurut dr. Coni Liu, dokter kulit dari Dermally Specialist Skin Clinic & Surgery, kulit tubuh umumnya lebih tebal, memiliki lebih sedikit kelenjar minyak, dan lebih tahan dibandingkan kulit wajah.
Di sisi lain, kulit wajah justru lebih intens terpapar ultraviolet, polusi udara, fluktuasi suhu, serta pergerakan otot yang berulang. Mayoritas permukaan kulit tubuh pun tertutupi oleh helai pakaian sehingga risiko kehilangan kelembapan menjadi lebih minim.
Kendati begitu, hal tersebut bukan menjadi alasan bahwa kulit tubuh tidak memerlukan proteksi dan perawatan. Dr Lynn Chiam dari Children & Adult Skin Hair Laser Clinic mengatakan, proses penuaan biologis tetap terjadi pada kulit tubuh.
Tandanya dapat berupa berkurangnya kekencangan dan elastisitas, kulit yang tampak tipis dan berkerut seperti kertas, kulit kering yang menetap, pigmentasi tidak merata, hingga kulit yang semakin tipis dan mudah memar.
Beberapa zona tubuh yang memerlukan perhatian ekstra meliputi lengan atas, paha, perut, bokong, dada, tangan, serta kaki.
Kabar baiknya, tahapan merawat kulit tubuh tidak menuntut kerumitan seperti halnya rangkaian perawatan wajah.
Berdasarkan penjelasan dari kedua pakar dermatologi itu, tiga tindakan esensial yang bisa diaplikasikan yaitu membasuh kulit secara lembut, mengoleskan pelembap saban hari, serta memproteksi bagian kulit yang terbuka dengan tabir surya.
Dr. Liu menegaskan bahwa kekeliruan yang kerap dijumpai di masyarakat adalah anggapan kalau kulit tubuh terbebas dari kebutuhan tabir surya.
Wilayah tangan dan dada, misalnya, sangat sering terkena sinar matahari dan bisa memperlihatkan indikasi penuaan dalam waktu yang lebih cepat.
Dr. Liu menyarankan area dada diperlakukan seperti kulit wajah, termasuk dengan memperluas penggunaan produk perawatan wajah hingga ke leher dan dada.
Bagian tangan pun tidak boleh luput dari perhatian. Pakailah sabun cuci tangan yang formulanya lembut dan usapkan krim tangan secara konsisten, terutama sehabis mencuci tangan.
Ketika tengah menuntaskan pekerjaan domestik rumah tangga, memakai sarung tangan juga efektif meminimalkan risiko kulit menjadi kering.
Sementara untuk area kaki, basuhlah secara lembut lalu keringkan hingga tuntas, terkhusus pada sela-sela jari kaki. Bagi pemilik tumit yang kasar ataupun pecah-pecah, pakailah krim kaki dengan formulasi yang lebih pekat secara rutin.
Panduan merawat kulit ini juga dapat disesuaikan berdasarkan kategori usia. Saat menginjak usia 20-an, konsentrasi utama tertuju pada aspek preventif. Gunakan sunscreen pada area yang terbuka, hindari paparan sinar ultraviolet berlebihan, dan jaga kelembapan kulit.
Ketika beralih ke usia 30-an, fase pembentukan kolagen alami tubuh mulai melambat. Pemakaian produk pelembap yang diperkaya ceramide serta produk dengan kandungan retinoid sudah bisa mulai diaplikasikan demi menjaga kualitas tekstur serta hidrasi kulit.
Saat memasuki fase usia 40-an, tingkat kekeringan kulit biasanya bertambah pesat disertai penurunan elastisitas. Kandungan aktif semacam retinoid, niacinamide, dan lactic acid dapat dimanfaatkan untuk memulihkan tekstur, meratakan corak kulit, sekaligus memicu proses regenerasi sel kulit.
Sedangkan ketika sudah berada di usia 50 tahun ke atas, orientasi perawatan berfokus penuh untuk memelihara hidrasi serta memperkokoh pertahanan kulit (skin barrier).
Dokter spesialis kulit menganjurkan pemakaian air yang tidak terlalu panas, pembersih tanpa pewangi, serta krim atau salep yang lebih kaya. Zat aktif seperti urea pun dapat difungsikan untuk menghidrasi sekaligus menghaluskan bagian kulit yang kasar.
Secara garis besar, pemeliharaan kulit tubuh sebetulnya tidak menuntut aplikasi banyak produk.
Langkah membersihkan kulit dengan lembut, memelihara kelembapan secara konsisten, serta mengaplikasikan tabir surya secara disiplin merupakan fundamen utama yang dapat dipraktikkan sejak usia muda demi menjaga kebugaran kulit seiring bertambahnya usia.