Pameran Jadi Kunci Penguat Industri Pariwisata Kuliner RI

Pameran Jadi Kunci Penguat Industri Pariwisata Kuliner RI
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa gelaran pameran mampu memperkokoh sektor pariwisata tanah air, khususnya pada industri kuliner serta keramahtamahan (hospitality).

"Sebagai platform yang menghubungkan produsen lokal dengan buyer (pembeli) internasional, mendorong investasi, serta membangun kemitraan untuk mewujudkan ekosistem pariwisata Indonesia yang semakin inovatif, tangguh, dan berdaya saing global,” kata Widiyanti di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Widiyanti menjelaskan bahwa penguatan pada sektor kuliner dan hospitality menjadi pilar penting demi mendongkrak mutu pengalaman para pelancong, sekaligus mengokohkan daya tawar destinasi wisata tanah air di kancah internasional.

Saat ini, sektor pariwisata domestik fokus menyajikan mutu pelayanan dan pengalaman terbaik di bidang gastronomi. Bidang tersebut tengah dipacu untuk menjadi aset strategis dalam mendongkrak citra Wonderful Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), roda ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 mengalami pertumbuhan sebesar 5,61 persen secara tahunan (year-on-year). 

Jika ditinjau dari bidang usaha, sektor penyediaan akomodasi serta makan dan minum meraih lonjakan tertinggi hingga 13,14 persen, sedangkan konsumsi pemerintah naik 21,81 persen.

Masa depan industri makanan, minuman, dan hospitality di tanah air juga konsisten memperlihatkan tren yang baik. Sektor ini menyumbang angka sekitar 2,68 persen bagi Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, atau setara dengan Rp639 triliun pada tahun 2025.

Direktur Portofolio Food & Hospitality Indonesia 2026, Meysia Stephanie, mengutarakan bahwa ajang pameran kini bertransformasi menjadi wadah bisnis berskala internasional. Fasilitas ini menjembatani para aktor industri dari mancanegara dengan produsen serta pelaku bisnis di Indonesia.

"Indonesia tengah memasuki fase pertumbuhan baru bagi industri makanan, minuman, dan hospitality. Di tengah meningkatnya investasi dan permintaan pasar, pelaku industri membutuhkan lebih dari sekadar ruang pamer, tetapi sebuah ekosistem yang mampu mempertemukan inovasi, investasi, dan kolaborasi global,” katanya.

Melalui pameran ini, akses pasar diharapkan dapat terbuka semakin lebar. Selain itu, agenda ini diharapkan memicu kolaborasi strategis yang akan mendongkrak daya saing industri nasional sekaligus mempertegas andil Indonesia dalam rantai pasok dunia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index