Investasi Sektor AI dan Kedirgantaraan, CT Group Lirik RI

Investasi Sektor AI dan Kedirgantaraan, CT Group Lirik RI
Chairman CT Group Vietnam, Tran Kim Chung. (Foto: NET)

JAKARTA - CT Group dari Vietnam mempunyai target untuk menjalin kemitraan strategis dalam jangka panjang di Indonesia. 

Langkah ini dilakukan melalui penjajakan investasi bersama pihak pemerintah, BUMN, institusi perguruan tinggi, serta sektor swasta pada beberapa bidang strategis, seperti kecerdasan buatan (AI), kota pintar, industri kedirgantaraan, dan infrastruktur digital.

Chairman CT Group Vietnam, Tran Kim Chung, mengungkapkan bahwa Indonesia sekarang telah bertransformasi menjadi salah satu destinasi investasi yang paling strategis di kawasan Asia Tenggara. 

Hal tersebut ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang tangguh, pasar domestik yang luas, stabilitas politik, serta komitmen kuat dari pemerintah dalam mempercepat proses industrialisasi dan digitalisasi.

"Kami datang bukan sekadar untuk membawa modal investasi, tetapi untuk membangun kemitraan jangka panjang yang mendorong inovasi, meningkatkan kemampuan teknologi, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi Indonesia dan Vietnam," kata Tran Kim Chung dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Proses penjajakan kerja sama ini menyentuh berbagai sektor krusial, seperti Low Altitude Economy (LAE), teknologi Digital Twin, kendaraan udara tanpa awak (UAV), industri kedirgantaraan, kecerdasan buatan (AI), kota pintar, manufaktur tingkat lanjut, logistik, infrastruktur digital, hingga program pengembangan sumber daya manusia.

Berdasarkan penjelasan pihak CT Group, realisasi investasi bakal dijalankan secara bertahap. Prosesnya akan diawali dari pelaksanaan studi kelayakan, riset bersama, serta proyek percontohan, sebelum akhirnya diekspansi ke arah proyek industri dan infrastruktur dalam skala yang lebih masif.

Perusahaan konglomerasi asal Vietnam tersebut saat ini sedang melakukan evaluasi terhadap sejumlah daerah potensial di Indonesia. 

Aspek yang dipertimbangkan meliputi tingkat kesiapan industri, infrastruktur pendukung, konektivitas logistik, kualitas dari tenaga kerja, hingga dukungan yang diberikan oleh pemerintah daerah setempat.

Proyeksi investasi ini pun diharapkan mampu membuka ribuan lapangan kerja baru, baik secara langsung maupun tidak langsung, di sektor rekayasa, manufaktur, teknologi digital, kedirgantaraan, logistik, serta industri pendukung lainnya.

"Tujuan kami bukan sekadar menciptakan lapangan kerja, tetapi menyediakan pekerjaan berkualitas yang mempersiapkan talenta Indonesia menghadapi ekonomi masa depan," kata Tran Kim Chung.

Di samping membuka lapangan pekerjaan, CT Group juga melihat akselerasi transfer teknologi, pengintegrasian rantai pasok domestik, komersialisasi riset, peningkatan daya saing industri berskala nasional, serta pertumbuhan ekosistem inovasi yang berorientasi ekspor sebagai keuntungan utama dari kolaborasi ini.

Kolaborasi yang dibangun bersama perguruan tinggi, lembaga riset, BUMN, serta korporasi swasta di Indonesia akan dijadikan fondasi utama dalam memproduksi nilai manfaat jangka panjang.

"Bagi kami, investasi terbaik adalah investasi yang meninggalkan pengetahuan, teknologi, dan kapasitas yang terus berkembang jauh setelah proyek selesai,” ujar Tran Kim Chung.

Pihak CT Group merasa optimis bahwa kolaborasi ini dapat menjadi sebuah percontohan baru untuk kerja sama ekonomi di lingkungan ASEAN melalui pengintegrasian sektor investasi, pendidikan, riset, teknologi, serta pengembangan bidang industri.

Perusahaan ini juga mengamati tren bahwa semakin banyak pelaku usaha asal Vietnam yang mulai melirik Indonesia. Hal ini disebabkan oleh potensi pertumbuhan Indonesia yang masif, pasar yang terus bertumbuh, serta iklim investasi yang dinilai semakin kompetitif.

"Keberhasilan kemitraan ini tidak hanya akan diukur dari pertumbuhan bisnis CT Group, tetapi dari nilai bersama yang kami ciptakan bersama Indonesia untuk memperkuat daya saing kawasan ASEAN di masa depan,” kata Tran Kim Chung.

Tran Kim Chung berharap agar CT Group dapat bersinergi dengan pemerintah serta pelaku dunia usaha di Indonesia untuk menciptakan merek teknologi tinggi baru yang mempresentasikan kekuatan dari ASEAN.

"Dengan menggabungkan dan memaksimalkan kekuatan, kemampuan, serta sumber daya unik dari seluruh negara anggota ASEAN, kami dapat menciptakan rantai nilai regional yang lebih kuat, mempercepat inovasi, dan membangun industri yang mampu bersaing secara global. Bersama-sama, kami dapat menjadikan keberagaman dan kekuatan kolektif ASEAN sebagai fondasi yang kuat bagi generasi baru pertumbuhan dan kerja sama di bidang teknologi tinggi,” paparnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index