Progres Tol Jogja-Solo Capai 86%, Target Rampung September 2026

Kamis, 23 Juli 2026 | 21:59:02 WIB
Kondisi Jalan tol Jogja-Solo di ruas Trihanggo–Junction di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Adhi Karya (Persero) selaku kontraktor pelaksana mencatat bahwa perkembangan pembangunan Jalan Tol Jogja–Solo Seksi 2 Paket 2.2 ruas Trihanggo–Junction di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini telah menyentuh angka kisaran 86 persen. Infrastruktur ini ditargetkan selesai melalui proses provisional hand over (PHO) pada September 2026.

Humas PT Adhi Karya untuk proyek pembangunan Tol Jogja–Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, menyampaikan di Sleman pada hari Kamis bahwa proyek saat ini tengah memasuki fase akhir pengerjaan struktur. 

Tahapan ini berjalan setelah pihak kontraktor sukses melaksanakan pemasangan balok (erection girder) untuk akses naik dan turun (ramp on dan ramp off).

"Insya Allah sampai sekarang ya sekitar sudah masuk 86 persen. Jadi terakhir tadi malam itu kami melaksanakan "erection girder" untuk balok yang membentang, dan untuk "ramp on" serta "ramp off"-nya alhamdulillah sudah selesai," kata Agung.

Fokus pengerjaan selanjutnya akan meliputi pembesian, pengecoran lantai beton (rigid pavement), serta pengaspalan di area ramp on dan ramp off. Tidak hanya itu, PT Adhi Karya juga sedang menyelesaikan gerbang tol yang akan dihiasi dengan ornamen khas budaya lokal.

Desain gerbang tol tersebut nantinya bakal dilengkapi siluet ikonik berupa situs arsitektur Candi Ratu Boko. Struktur rangka siluet candi tersebut saat ini masih dirangkai di bagian bawah, sebelum nantinya dipasang di atas area gantry gerbang tol di sisi timur perempatan Jalan Raya Ringroad.

Melihat dari sisi konektivitas, ruas tol ini nantinya secara fisik sudah tersambung langsung dengan Tol Jogja–Bawen. Arus kendaraan dari kedua jalan tol tersebut akan saling terhubung dan keluar masuk melalui exit tol Trihanggo.

Merespons tantangan pembangunan di atas jalur lalu lintas nasional yang padat mobilitasnya, Agung menegaskan bahwa pihak kontraktor menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan kerja (safety) secara ketat untuk menghindari potensi kecelakaan.

Langkah mitigasi yang diterapkan antara lain mewajibkan seluruh pekerja mengenakan alat pelindung diri secara lengkap, memasang jaring pengaman (safety net) di sisi kanan dan kiri struktur melayang (elevated), serta membatasi jam kerja untuk pekerjaan berbobot berat seperti pengecoran beton yang dialihkan pada sore atau malam hari saat volume kendaraan menurun.

Pihak kontraktor juga terus menjalin koordinasi secara intensif dengan pemangku kepentingan terkait, mulai dari Ditlantas Polda DIY, Satlantas Polresta Sleman, Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, hingga Dishub DIY, guna mengantisipasi dinamika lalu lintas harian.

Demi mencapai target penyelesaian pada September mendatang, Agung memastikan bahwa jumlah tenaga kerja maupun alat berat saat ini masih dalam kondisi konstan sesuai dengan jadwal (schedule) awal tanpa memerlukan penambahan jam lembur yang masif.

Sementara itu, terkait pembebasan lahan, Agung memastikan seluruh area kerja sudah dalam status clear and clean serta siap sepenuhnya untuk digunakan. 

Agung mengatakan kehadiran infrastruktur jalan tol ini diyakini akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap akselerasi pertumbuhan ekonomi masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

"Insya Allah ini menjadi konektivitas antarwilayah yang akan menjadi lebih lancar dan lebih cepat. Destinasi-destinasi wisata unggulan, terutama di Jateng-DIY, bisa terkoneksi dengan cepat, seperti akses menuju Candi Borobudur," kata Agung.

Sebagai informasi, untuk titik ruas Trihanggo (Paket 2.2), infrastruktur yang disiapkan mencakup satu titik akses keluar dan masuk kendaraan (ramp on dan ramp off). 

Selanjutnya, ruas ini akan terhubung dengan pengembangan paket berikutnya menuju kawasan Junction Sleman ke arah Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

Terkini