BISNISINSIGHT.COM — Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta yang membahas penguatan ketahanan energi nasional, dengan program mandatori biodiesel B50 sebagai salah satu agenda utama. Dukungan dunia usaha dan Danantara disebut menjadi motor penggerak upaya menekan impor sekaligus mendongkrak devisa negara.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa ratas tersebut membahas ketahanan energi, teknologi, dan sejumlah hal yang perlu didukung untuk memperkuat sektor energi Indonesia. Rapat berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/9/2026) malam.
"Banyak [bahas soal] ketahanan... tentang ketahanan energi, teknologi, dan hal-hal yang perlu didukung untuk ketahanan energi Indonesia," kata Suahasil usai menghadiri ratas.
Danantara Siap Dukung Program Pengurangan Impor
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menuturkan program B50 turut masuk dalam pembahasan ratas. Ia menyerahkan penjelasan teknis mengenai program tersebut kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Rosan menegaskan Danantara pada prinsipnya mendukung program yang dinilai mampu mengurangi impor dan meningkatkan devisa. Menurutnya, dukungan itu berlaku untuk program-program yang dinilai strategis bagi perekonomian nasional.
"Pokoknya nanti biar Pak Bahlil yang terangkan, tapi pada intinya kalau kami dari Danantara tentunya untuk program-programnya yang memang yang sangat baik, mengurangi impor, meningkatkan devisa, ya tentu kita selalu dukung," ujar Rosan.
Sinergi Kementerian dan Dunia Usaha Jadi Kunci
Suahasil menyebut upaya memperkuat ketahanan energi Indonesia akan mendapat dukungan dari dunia usaha dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Dukungan tersebut dinilai penting agar program strategis energi bisa berjalan sesuai target pemerintah.
Rosan menambahkan dirinya bersama Bahlil telah sepakat memberikan penjelasan mengenai hasil pembahasan B50. Keduanya akan menyampaikan detail program tersebut pada kesempatan terpisah.
Selain B50, aspek teknologi juga menjadi bagian pembahasan penguatan ketahanan energi nasional. Suahasil belum merinci sektor teknologi maupun proyek yang menjadi fokus pemerintah dalam ratas tersebut.
Arti B50 bagi Pelaku Industri dan Pasar Energi
Program mandatori biodiesel B50 merupakan kelanjutan dari kebijakan pencampuran bahan bakar nabati ke solar yang sebelumnya berada di level B35 dan B40. Peningkatan campuran ini berpotensi menyerap produksi crude palm oil (CPO) domestik lebih besar.
Bagi pelaku usaha di sektor sawit dan energi, kepastian implementasi B50 menjadi sinyal positif karena membuka permintaan baru di pasar dalam negeri. Namun, kesiapan infrastruktur kilang dan pasokan bahan baku tetap menjadi faktor penentu kelancaran program.
Dari sisi fiskal, pengurangan impor solar berpotensi menekan defisit neraca perdagangan migas. Pemerintah menaruh harapan besar agar program ini turut memperkuat cadangan devisa melalui penurunan kebutuhan valuta asing untuk impor bahan bakar.
Investor di sektor energi dan komoditas akan mencermati detail teknis B50, termasuk skema insentif dan jadwal implementasi. Kejelasan regulasi menjadi kunci agar pelaku industri dapat menyiapkan kapasitas produksi dan rantai pasok secara bertahap.