Pilih Laser atau Waxing? Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Pilih Laser atau Waxing? Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Menghilangkan rambut di tubuh sering kali memicu kebingungan akibat banyaknya opsi metode yang tersedia. (Foto: NET)

JAKARTA - Menghilangkan rambut di tubuh sering kali memicu kebingungan akibat banyaknya opsi metode yang tersedia. Di antara pilihan tersebut, perawatan laser dan waxing menjadi dua cara paling populer yang kerap dibanding-bandingkan di berbagai klinik kecantikan. 

Walau sama-sama memberikan hasil yang jauh lebih tahan lama dibandingkan sekadar menggunakan pisau cukur konvensional, masing-masing metode mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri.

Terkait mekanisme kerja laser dalam menghilangkan rambut, Direktur Dermatologi Kosmetik di Montefiore Einstein Advanced Care, Kseniya Kobets, M.D, memaparkan bahwa teknologi ini memanfaatkan energi cahaya guna menyasar pigmen atau melanin pada batang serta folikel rambut. 

"Cahaya tersebut berubah menjadi panas di akar folikel dan melukai bagian folikel yang bertanggung jawab atas pertumbuhan kembali," kata dia, mengutip Good Housekeeping, Selasa (28/7/2026).

Walaupun dinilai efektif, metode laser tidak sepenuhnya bersifat permanen. Sesi perawatan lanjutan tetap diperlukan demi menjaga kehalusan kulit karena seluruh helai rambut tidak dapat dibersihkan secara instan sekaligus. 

Tindakan medis ini umumnya terbagi menjadi dua kategori, yakni menggunakan alat profesional di klinik yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien, atau menggunakan perangkat rumahan praktis berskala lebih ringan.

Profesor klinis di Department of Dermatology di Yale School of Medicine, Mona Gohara, M.D., mengibaratkan perawatan di klinik mirip seperti berolahraga didampingi pelatih profesional. 

Di sisi lain, penggunaan alat rumahan lebih menyerupai repetisi ringan sekadar untuk mempertahankan bentuk tubuh di antara sesi utama.

Sementara itu, metode waxing beroperasi dengan mekanisme yang jauh lebih fisik. Wakil presiden senior dan operasi klinis di LaserAway, Emily Perbellini, NP, menguraikan bahwa cairan khusus akan dioleskan pada kulit untuk mencabut rambut secara paksa langsung dari akarnya. 

Proses inilah yang memberikan efek halus seketika pada kulit. Namun, lantaran folikel rambut tetap sangat aktif, bulu dipastikan bakal terus tumbuh kembali.

Cukup banyak orang keliru berasumsi bahwa mencabut bulu secara rutin dapat membuatnya menipis seiring berjalannya waktu. 

Dokter spesialis kulit Tracy Evans, M.D., MPH, menegaskan bahwa pengurangan ketebalan rambut murni dipengaruhi oleh faktor penuaan, bukan disebabkan oleh perawatan salon tersebut.

Secara umum, teknik pencabutan menggunakan metode waxing tergolong relatif aman untuk diaplikasikan pada berbagai warna kulit maupun jenis rambut. 

Namun, bagi yang tengah berjerawat atau memiliki riwayat kulit sensitif, tindakan ini berisiko menimbulkan iritasi yang cukup parah.

Di sisi lain, teknologi berbasis cahaya sangat bergantung pada kontras warna kulit dan rambut. 

"Penghilangan bulu dengan laser secara tradisional bekerja paling baik pada kulit yang lebih terang dengan rambut yang lebih gelap karena laser menargetkan kontras pigmen," ungkap dr. Gohara.

Oleh sebab itu, pemilik kulit gelap disarankan lebih waspada karena tingginya kadar melanin berpotensi salah menyerap energi cahaya dan menyebabkan luka bakar. 

Kendati demikian, inovasi modern seperti teknologi Nd:YAG kini memungkinkan prosedur medis yang jauh lebih aman untuk berbagai spektrum warna kulit gelap.

Dari aspek ketahanan, hasil dari metode waxing biasanya hanya mampu bertahan berkisar tiga hingga enam minggu saja. 

Sebaliknya, terapi penyinaran mampu menghambat laju pertumbuhan rambut dalam jangka waktu yang jauh lebih panjang, walaupun hasil akhirnya tetap dipengaruhi oleh aspek genetika serta hormon tubuh pasien.

Menyangkut persoalan anggaran, mencabut bulu di salon memang terlihat jauh lebih murah pada awalnya. 

Namun, dr. Kobets mengingatkan bahwa pengeluaran tersebut akan terus membengkak karena perawatan waxing harus dilakukan seumur hidup. 

Hal ini berbeda dengan perawatan medis yang membutuhkan dana besar di awal, tetapi justru menjadi lebih ekonomis untuk rencana jangka panjang.

Sepanjang fase pemulihan, menjaga kulit dari paparan sinar matahari, keringat berlebih, serta produk eksfoliasi berkandungan keras menjadi hal yang sangat krusial. 

Khusus untuk metode waxing, dr. Kobets menganjurkan agar penggunaan produk berbahan retinoid seperti tretinoin dihentikan beberapa minggu sebelum tindakan demi menghindari pengelupasan kulit atau luka bakar yang tidak diharapkan.

Keputusan akhir pada akhirnya bertumpu pada kesiapan anggaran, batas toleransi rasa sakit, serta target perawatan masing-masing individu. 

"Jika kamu menginginkan hasil yang cepat dengan biaya awal minimal dan tidak keberatan dengan perawatan berkelanjutan, waxing bisa menjadi pilihan yang tepat," kata dr. Gohara.

Di sisi lain, Direktur GH Beauty Lab, Sabina Wizemann, mengimbuhkan bahwa metode laser merupakan bentuk investasi bagi mereka yang telah jenuh dengan rutinitas perawatan berulang dan siap mengeluarkan dana ekstra di awal demi kenyamanan jangka panjang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index