JAKARTA – Dalam langkah terbaru untuk penguatan sektor keuangan nasional, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan pernyataan terkait peluncuran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Langkah ini melibatkan masuknya tiga bank BUMN besar ke dalam pengelolaan badan investasi, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), dan PT Bank Mandiri Tbk. Perubahan ini menandai era baru dalam kebijakan pengelolaan bank BUMN yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan daya saing di tataran global.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan kinerja bank BUMN meski bergabung dalam struktur baru ini. "Sebagai entitas yang sebagian sahamnya dimiliki oleh publik, penting bagi bank pelat merah untuk tidak hanya mempertahankan kinerja positif, tetapi juga membangun persepsi yang baik di kalangan investor," ujarnya dalam keterangan resmi.
Langkah Strategis OJK dan Danantara
OJK meminta bank-bank yang terkait untuk meningkatkan kinerja mereka serta profesionalisme dalam pelayanan terhadap nasabah. Hal ini dinilai vital untuk memastikan kontribusi bank terhadap pembangunan ekonomi nasional. "OJK meminta bank untuk terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme, serta pelayanan kepada nasabah dalam rangka meningkatkan kontribusi bank terhadap pembangunan ekonomi secara keseluruhan," tegas Dian.
Lebih lanjut, Dian menyoroti bahwa regulasi di sektor perbankan di Indonesia tunduk pada prinsip prudential banking yang telah disesuaikan dengan praktik terbaik internasional. Hal ini sejalan dengan posisi Indonesia sebagai anggota G20 dan Basel Committee on Banking Supervision (BCBS).
Kerja Sama dan Koordinasi
Koordinasi antara OJK dengan berbagai kementerian serta lembaga terkait untuk memastikan kelancaran transisi pengelolaan ini sedang berlangsung. Diskusi mencakup implikasi teknis pembentukan BPI Danantara dan skema pengelolaan lebih lanjut yang akan diatur dalam peraturan turunannya. "Koordinasi OJK juga dalam rangka memastikan pengelolaan bank BUMN dijalankan dengan baik, konsisten dan berkesinambungan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tambah Dian.
OJK melihat ketiga bank BUMN yang kini berada di bawah pengelolaan BPI Danantara menunjukkan kinerja yang positif dan berkontribusi signifikan terhadap ekonomi. Pengukuran berdasarkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga, Laba Bersih, dan Kredit hingga Desember 2024 menunjukkan peningkatan yang konsisten. "Mereka memiliki kinerja yang baik dan sustainability yang terjaga dengan baik," ungkapnya.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Dalam proyeksi tahun 2025, bank-bank BUMN ini akan fokus pada peningkatan fundamental yang sehat dan berkelanjutan, dengan strategi yang berfokus pada inovasi digital dan pengelolaan risiko yang prudent. Ini dilakukan untuk menjaga pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang terus berubah. "Dengan strategi yang terarah, inovasi digital, serta pengelolaan risiko yang prudent, bank pelat merah ini optimis dapat menjaga pertumbuhan yang stabil," kata Dian.
Meski adanya perubahan manajemen ini, OJK mempertegas bahwa kualitas operasional, layanan perbankan, serta keamanan simpanan masyarakat di bank BUMN tak akan terganggu. Bank-bank tersebut akan tetap menjalankan operasional sesuai regulasi yang berlaku dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik. "Pembentukan Danantara tidak akan mengurangi kualitas operasional dan layanan perbankan, serta keamanan simpanan masyarakat di bank," jelasnya.
Peluncuran BPI Danantara merupakan strategi pemerintah untuk memaksimalkan kinerja BUMN melalui konsolidasi sumber daya, sehingga dapat berfungsi lebih efisien dan kompetitif. Sektor perbankan yang sehat dan profesional diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara umum.
Ke depan, pengawasan dan dukungan dari lembaga terkait seperti OJK akan menjadi penentu keberhasilan pengelolaan BPI Danantara. Dengan demikian, masyarakat dapat berharap bahwa langkah ini akan membawa dampak positif dan signifikan terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.