Perry Warjiyo Mundur, KB Bank Tekankan Kesinambungan BI

Selasa, 28 Juli 2026 | 02:01:31 WIB
Keputusan mundurnya Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo kini tengah menjadi sorotan tajam industri perbankan nasional. (Foto: NET)

JAKARTA — Keputusan mundurnya Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo kini tengah menjadi sorotan tajam industri perbankan nasional. Langkah pergantian pucuk pimpinan di bank sentral tersebut dinilai berpotensi besar memengaruhi arah kebijakan moneter ke depannya.

Sebagai otoritas moneter, BI memegang peran yang sangat strategis dalam menstabilkan nilai tukar, mengatur regulasi likuiditas, memelihara stabilitas sistem keuangan nasional, hingga membangun iklim yang mendukung pertumbuhan ekonomi. 

Oleh sebab itu, di tengah masa transisi kepemimpinan BI pada masa kepemerintahan Presiden Prabowo Subianto, para pelaku perbankan terus mengamati keberlanjutan arah kebijakan bank sentral, khususnya yang berkaitan dengan tren suku bunga, stabilitas likuiditas, serta sokongan terhadap fungsi intermediasi bank.

Merespons dinamika ini, Direktur Utama PT Bank KB Indonesia Tbk. (BBKP) atau KB Bank, Kunardy Darma Lie menyatakan bahwa pihaknya sangat menghargai seluruh prosedur resmi yang berjalan mengenai pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia selaku lembaga bank sentral yang bersifat independen.

“KB Bank menghormati seluruh proses yang berlaku terkait kepemimpinan Bank Indonesia sebagai bank sentral yang independen. Kami meyakini Bank Indonesia akan terus menjalankan mandatnya dalam menjaga stabilitas nilai rupiah, stabilitas sistem keuangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Kunardy, Selasa (28/7/2026).

Bagi sektor perbankan sendiri, Kunardy menilai isu krusialnya bukan sekadar pergantian sosok atau figur pemimpin semata, melainkan bagaimana kepastian arah serta keberlanjutan dari kebijakan moneter itu sendiri tetap terjaga dengan baik.

“Dari perspektif industri perbankan, yang terpenting adalah terjaganya kesinambungan kebijakan dan kepastian arah kebijakan guna menjaga stabilitas sektor keuangan, memperkuat kepercayaan pelaku usaha dan masyarakat, serta menciptakan iklim yang kondusif bagi intermediasi perbankan,” sebutnya.

Lebih lanjut, Kunardy menguraikan bahwa segala langkah kebijakan yang bakal diambil oleh BI di masa mendatang perlu menimbang situasi perekonomian, baik di tingkat domestik maupun global, dengan tetap berpatokan pada mandat utama bank sentral.

Adapun bagi internal KB Bank, perusahaan berkomitmen untuk tetap berkonsentrasi dalam memperkokoh fundamental bisnis mereka di tengah fluktuasi kebijakan pada sektor keuangan. 

Rencana strategis ini diimplementasikan lewat peningkatan kualitas aset, tata kelola likuiditas, serta penyaluran kredit yang terukur pada sektor ekonomi produktif.

“Bagi KB Bank, fokus utama kami adalah menjaga fundamental bisnis yang sehat, memperkuat kualitas aset, mengelola likuiditas secara optimum, serta menyalurkan kredit secara selektif ke sektor-sektor produktif secara prudent,” pungkasnya.

Terkini