Laba Askrindo 2025 Capai Rp1,04 T, Aset Naik Jadi Rp22,22 T

Selasa, 21 Juli 2026 | 00:32:01 WIB
PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo. (Foto: NET)

JAKARTA — PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo mengantongi laba bersih senilai Rp1,04 triliun sepanjang tahun 2025. Perolehan laba tersebut mengalami penurunan sebesar 11% secara year on year (YoY) dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang menyentuh Rp1,17 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan entitas induk Askrindo yang dipublikasikan di harian Bisnis Indonesia pada Selasa (21/7/2026), perusahaan BUMN ini berhasil mengumpulkan total pendapatan penjaminan hingga Rp3,30 triliun. 

Angka tersebut terbagi atas imbal jasa penjaminan sebesar Rp4,04 triliun serta premi penjaminan ulang senilai Rp740 miliar.

Meninjau dari aspek pengeluaran, Askrindo membukukan total beban penjaminan sebesar Rp1,90 triliun, atau menyusut 15,1% (YoY) dari posisi sebelumnya yang sebesar Rp2,24 triliun. 

Secara lebih rinci, beban klaim penjaminan tercatat Rp4,43 triliun, klaim penjaminan ulang Rp763 miliar, pendapatan subrogasi bersih Rp1,21 triliun, serta penambahan estimasi liabilitas klaim senilai Rp546 miliar.

Melalui hasil tersebut, total pendapatan penjaminan bersih yang dikumpulkan Askrindo pada 2025 berada di angka Rp1,44 triliun. 

Di sisi lain, hasil jasa asuransi tercatat sebesar Rp60,16 miar, sementara hasil keuangan bersih berada di posisi minus Rp183 miliar. Adapun laba sebelum dipotong pajak penghasilan terkumpul sebesar Rp1,22 triliun.

Beralih pada laporan posisi keuangan entitas induk, Askrindo berhasil mencatatkan total aset hingga Rp22,22 triliun di sepanjang 2025, atau terkerek naik 5,7% (YoY) dari posisi Rp21,02 triliun. 

Aset paling dominan bersumber dari efek-efek dengan jumlah Rp10,64 triliun, disusul deposito wajib dan berjangka senilai Rp2,07 triliun, aset kontrak asuransi dan reasuransi sebesar Rp1,76 triliun, serta setoran jaminan yang mencapai Rp1,47 triliun.

Melihat porsi liabilitas dan ekuitas, Askrindo membukukan nilai liabilitas sebesar Rp13,54 triliun sepanjang tahun 2025. 

Kewajiban terbesar bersumber dari liabilitas kontrak asuransi dan reasuransi senilai Rp5,14 triliun, liabilitas kontrak jaminan keuangan sebesar Rp4,96 triliun, serta utang lainnya yang menyentuh Rp2,12 triliun.

Sementara itu, total ekuitas perusahaan pada tahun 2025 tercatat mencapai Rp8,68 triliun, melesat naik 16,1% (YoY) dari angka sebelumnya sebesar Rp7,47 triliun. Dengan capaian tersebut, akumulasi jumlah liabilitas dan ekuitas yang dimiliki perusahaan berada di angka Rp22,22 triliun.

Di sisi lain, tingkat rasio pencapaian solvabilitas yang dimiliki Askrindo pada 2025 berada di level 399,68%, mengalami peningkatan dari rasio tahun 2024 yang bertengger di posisi 375,64%.

Sebagai informasi tambahan, Askrindo menjalin kerja sama dengan lima perusahaan reasuransi dalam negeri serta 10 retrosesi luar negeri. 

Untuk mitra domestik, perusahaan menggandeng PT Tugu Reasuransi Indonesia, PT Reasuransi Nasional Indonesia, PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero), PT Maskapai Reasuransi Indonesia, Tbk., serta PT Reasuransi Nusantara Makmur.

Terkini