IHSG Dibuka Naik 0,81% ke 6.488 Usai The Fed Naikkan Bunga ke 4%

IHSG Dibuka Naik 0,81% ke 6.488 Usai The Fed Naikkan Bunga ke 4%

BISNISINSIGHT.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,81% ke level 6.488 pada perdagangan Kamis (17/9/2026), naik 51,49 poin dari posisi sebelumnya. Penguatan terjadi meski The Fed menaikkan bunga acuan menjadi 4%, dengan IHSG justru melaju lebih baik dibanding sebagian bursa Asia yang dibuka bervariasi.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 9.15 WIB, volume perdagangan tercatat 5 miliar saham dengan nilai transaksi Rp2 triliun. Frekuensi transaksi yang terjadi sebanyak 367.242 kali.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 369 saham menguat dan 139 saham melemah. Sebanyak 184 saham lainnya tidak bergerak.

IHSG Melaju di Tengah Bursa Asia yang Bervariasi

Penguatan IHSG terjadi saat sebagian bursa Asia dibuka merah. Hang Seng (Hong Kong), Shanghai Composite (China), Shenzhen Comp. (China), CSI 300 (China), dan KLCI (Malaysia) kompak dibuka melemah.

Sebaliknya, IHSG menghijau bersamaan dengan sejumlah indeks regional lain. TW Weighted Index (Taiwan), PSEi (Filipina), Topix (Jepang), KOSDAQ (Korea Selatan), Straits Times (Singapura), KOSPI (Korea Selatan), NIKKEI 225 (Jepang), dan Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam) berhasil dibuka menguat di zona hijau.

Respons Pasar atas Kenaikan Bunga The Fed

Kenaikan bunga acuan The Fed menjadi 4% menjadi latar belakang pergerakan pasar pagi ini. Meski secara teori kenaikan bunga AS berpotensi menarik modal keluar dari pasar negara berkembang, IHSG justru mencatat penguatan.

Penguatan IHSG yang lebih baik dibanding beberapa bursa Asia lain menunjukkan pelaku pasar domestik merespons kebijakan The Fed dengan sikap yang relatif tenang. Hal ini terlihat dari jumlah saham yang menguat jauh lebih banyak dibanding yang melemah, yaitu 369 berbanding 139.

Yang Perlu Dicermati Investor

Nilai transaksi Rp2 triliun dalam lima belas menit pertama perdagangan menunjukkan aktivitas pasar yang cukup ramai. Volume 5 miliar saham dengan frekuensi 367.242 kali transaksi menandakan partisipasi investor yang aktif sejak pembukaan.

Investor perlu mencermati apakah penguatan ini berlanjut sepanjang sesi atau hanya bersifat sementara. Sentimen dari kebijakan The Fed biasanya baru tercermin penuh setelah beberapa sesi perdagangan berikutnya.

Komposisi saham yang menguat dan melemah juga bisa menjadi petunjuk sektor mana yang paling tahan terhadap tekanan eksternal. Dengan 184 saham stagnan, pasar masih menunjukkan sikap wait and see pada sebagian emiten.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index