BISNISINSIGHT.COM — Ketatnya persaingan layanan digital perbankan tanah air kembali terlihat dari laporan jumlah pengguna aplikasi mobile banking (m-banking) semester I/2026. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memimpin dengan torehan 49,7 juta pengguna, mengungguli dua kompetitor utamanya yang sama-sama masuk jajaran bank bermodal inti inti (KBMI) IV.
Pencapaian itu menyiratkan strategi digitalisasi BRI yang menyasar segmen mikro hingga konsumer berbuah hasil. Namun, keunggulan tersebut tak bisa membuat BRI berpuas diri. Jarak dengan pesaing terdekatnya, Bank Mandiri, diperkirakan tak terlalu jauh.
Bank Mandiri dan BCA Kejar Ketertinggalan
Di bawah BRI, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan jumlah pengguna yang tak kalah impresif. Mandiri tercatat memiliki 43,2 juta pengguna mobile banking, sementara BCA—yang selama ini dijuluki bank dengan layanan digital paling diminati kelas menengah atas—berada di posisi ketiga dengan 41,8 juta pengguna.
Pertumbuhan jumlah pengguna ini mencerminkan perang fitur dan promosi yang digencarkan tiap bank. BCA mengandalkan aplikasi myBCA yang lebih relevan bagi nasabah existing, sementara Mandiri dan BRI lebih agresif menjaring pengguna baru lewat integrasi ekosistem.
Lima Tahun Terakhir: Adopsi Digital Melonjak Drastis
Perlombaan ini tak lepas dari akselerasi digitalisasi yang terjadi masif sejak pandemi Covid-19. Bank Indonesia mencatat nilai transaksi uang elektronik terus tumbuh dua digit secara tahunan, menjadikan layanan m-banking sebagai kanal utama transaksi ritel.
Fenomena itu memaksa bank jumbo terus mengucurkan belanja modal untuk teknologi informasi. Investasi itu tak hanya untuk pengalaman pengguna (user experience/UX), tetapi juga keamanan siber di tengah meningkatnya ancaman penipuan digital. Bagi investor, jumlah pengguna aktif adalah salah satu indikator kunci untuk mengukur keberhasilan transformasi digital sebuah bank—yang pada akhirnya mempengaruhi pendapatan fee based income dan biaya operasional jangka panjang.
Apakah dominasi BRI mampu bertahan hingga akhir tahun? Laporan kuartal III/2026 akan menjadi ujian selanjutnya.