Meriahkan HUT ke-81 RI, Warga Padati Upacara di Istana Merdeka

Meriahkan HUT ke-81 RI, Warga Padati Upacara di Istana Merdeka
Kemeriahan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI) terlihat di Istana Merdeka pada Senin (17/8/2028). (Foto: NET)

JAKARTA - Kemeriahan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI) terlihat di Istana Merdeka pada Senin (17/8/2028). Sejak pagi hari tadi, kantor kepresidenan ini tampak ramai oleh publik yang hendak memperingati HUT ke-81 RI. 

Mereka pun tampak berbondong-bondong mengenakan pakaian adat dari beragam wilayah di Nusantara. Tidak hanya dari wilayah Jabodetabek saja, hadir pula warga dari luar Pulau Jawa yang ikut memeriahkan hari lahir Indonesia.

Salah satu warga, Yuniartika Permata Sari (24) merupakan salah satu undangan dari kalangan publik yang rela terbang langsung dari Palembang menuju Jakarta guna mengikuti acara di Kantor Presiden ini. 

Yuniartika menyatakan amat gembira mampu merayakan HUT ke 81 RI di Istana Merdeka pada tahun ini. Sebab, dirinya berkisah telah mencoba peruntungan demi berburu tiket undangan upacara sejak tahun kemarin.

“Aku langsung dari Palembang datang ke sini. Aku berkali-kali war baru dapat tahun ini,” kata Yuniartika di area Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Persiapannya untuk turut perayaan di Istana pun tidak main-main. Dia sengaja membawa busana adat dari Palembang komplet bersama aksesoris bernuansa emas. Dia bahkan menuturkan telah sibuk berdandan sejak pukul 01.00 WIB dini hari supaya memperoleh penampilan yang optimal.

“Aku saja siap-siap dari jam 01.00 WIB, bangun jam 01.00, mulai make up jam 02.00, jam 03.30 on the way,” jelasnya.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menyatakan animo publik amat tinggi untuk mengikuti kegiatan tahunan ini di Istana. Dia bahkan mengeklaim menyediakan 3.400 kursi ekstra yang terbagi dalam acara pengibaran bendera pada pagi hari serta penurunan bendera sang saka merah putih saat sore hari.

Padahal sebelumnya, pihak penyelenggara telah menyediakan sebanyak 8.100 kursi khusus bagi publik. Akan tetapi rupanya animo dari warga jauh lebih tinggi ketimbang bangku yang tersedia. 

Pemerintah pun menyediakan tenda di Jalan Merdeka Utara bagi warga yang belum memperoleh tiket untuk masuk ke kawasan Istana. Fasilitas tersebut disokong layar raksasa sehingga publik tetap bisa menyaksikan seluruh rangkaian upacara.

Prasetyo menuturkan tingginya animo publik menjadikan tidak seluruh pendaftar memperoleh kesempatan untuk mendapatkan tiket. Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan daya tampung yang tersedia.

“Terus terang memohon maaf karena keterbatasan, kami monitor banyak sekali juga yang antusias mendaftar belum pernah juga, tahun lalu juga belum menang, belum beruntung mendapatkan tiket, tahun ini juga belum beruntung lagi,” jelasnya.

Upacara pengibaran bendera dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Pada tahun ini Prabowo mengenakan pakaian beskap bernuansa biru dan mengenakan aksesoris kalung bunga melati. 

Dalam momen tersebut, Prabowo pun menyampaikan duka cita mendalam atas terjadinya bencana gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlangsung beberapa waktu lalu.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index