JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menuturkan pemerintah sudah menyiapkan bermacam agenda kegiatan guna memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin (17/8/2026). Perayaan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan bakal dilangsungkan di Istana Merdeka, Jakarta.
Prasetyo menuturkan momen tersebut jadi bagian utama dari peringatan kemerdekaan tahun ini.
"Akhirnya, sampailah kami pada hari ini. Senin 17 Agustus 2026. Kami hari ini akan memperingati hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 dan saat ini di Istana, tentu saja sebagaimana biasanya akan dilaksanakan peringatan detik-detik Proklamasi," ujar Prasetyo.
Dalam kesempatan tersebut, Prasetyo mengenakan busana adat Palembang. Kendati mengaku berasal dari Jawa, dia memilih mengenakan pakaian adat dari Sumatera Selatan.
"Baju adat, hari ini kami pakai baju adat dari Palembang, meskipun kami orang Jawa, tapi pakai baju adat dari Palembang," katanya.
Ketika ditanya perihal busana adat yang dikenakan Presiden Prabowo Subianto, Prasetyo memilih menutupinya.
"Belum lah. Biar surprise dong," ujarnya.
Untuk pelaksanaan upacara di Istana Merdeka, pemerintah menyediakan sekitar 8.100 kursi bagi para tamu undangan. Jumlah tersebut lalu ditambah dengan dua blok tambahan.
"Kurang lebih total 8.100 kursi yang kami siapkan, tapi kemarin kami beri tambahan dua blok, jadi ada tambahan 1.700 untuk di pagi hari dan 1.700 untuk di acara sore hari penurunan bendera," kata Prasetyo.
Pemerintah turut menyediakan tenda di Jalan Merdeka Utara bagi warga yang tidak memperoleh tiket namun tetap ingin menyaksikan rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan dari area Istana. Di titik tersebut disediakan layar besar sehingga warga dapat mengikuti prosesi yang berjalan di halaman Istana.
Prasetyo sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang belum memperoleh tiket guna menghadiri langsung rangkaian acara di Istana.
"Terus terang memohon maaf karena keterbatasan. Kami monitor banyak sekali juga yang antusias mendaftar, belum pernah juga, tahun lalu juga belum menang, belum beruntung mendapatkan tiket, tahun ini juga belum beruntung lagi," ujarnya.
Dalam momentum HUT ke-81 RI, Prasetyo mengundang seluruh warga untuk bekerja keras serta memberikan pengabdian terbaik bagi negara.
"Sebagaimana tema yang kami pilih, mari semua kami bekerja keras memberikan pengabdian yang terbaik untuk menjadikan Indonesia berdaulat, Indonesia yang benar-benar adil, Indonesia yang makmur untuk semuanya," katanya.
Dia pun menegaskan pentingnya menjaga persatuan sebagai sesama anak negeri.
"Menjaga persatuan dan persatuan yang ada di kami sebagai anak bangsa," ujar Prasetyo.
Prasetyo pun menguraikan kehadiran Dewi Soekarno dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka. Menurutnya, keluarga presiden serta wakil presiden terdahulu pada hakikatnya senantiasa memperoleh undangan guna menghadiri peringatan kemerdekaan.
Akan tetapi, kehadiran mereka tiap tahun bergantung pada waktu serta kesesuaian agenda.
"Memang setiap tahun kan kami sebenarnya, hampir seluruh keluarga presiden dan wakil presiden terdahulu, hanya memang tidak selalu di setiap tahun, orang-orang itu memiliki waktu atau jadwalnya bisa sesuai," jelas Prasetyo.
Tahun ini, Dewi Soekarno kebetulan sedang berada di Indonesia serta berkunjung ke Jakarta. Lantaran waktunya bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan, dia sanggup menghadiri acara di Istana Merdeka.
"Nah, tahun ini kebetulan Ibu Dewi Soekarno sedang berkunjung ke Indonesia dan orang itu berkunjung ke Jakarta sehingga karena waktunya pas, kemudian orang itu bisa hadir," kata Prasetyo.