JAKARTA - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat tingkat ketepatan waktu keberangkatan kereta cepat Whoosh mencapai 99,4 persen sepanjang semester I 2026 dari total 10.640 perjalanan.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menyatakan capaian tersebut memperlihatkan keandalan operasional Whoosh dalam menghadirkan kepastian perjalanan bagi para pengguna.
“Ketepatan waktu memberikan kepastian bagi pelanggan dalam merencanakan perjalanan dan aktivitasnya. Capaian ini merupakan hasil dari kesiapan serta sinergi seluruh unsur operasional dalam memastikan perjalanan Whoosh dapat berjalan sesuai jadwal dengan tetap menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama,” ujar Eva di Bandung, Rabu (12/8/2026).
Dari total 10.640 perjalanan yang dioperasikan selama Semester I 2026, sebanyak 10.574 perjalanan tercatat berangkat sesuai jadwal.
Berdasarkan keterangan Eva, ketepatan waktu menjadi salah satu keunggulan utama layanan Whoosh yang terus dijaga karena berkaitan langsung dengan kepastian mobilitas masyarakat.
Ia menuturkan kehadiran kereta cepat menghadirkan transformasi terhadap pola perpindahan masyarakat sekaligus menjadi salah satu standar baru dalam kedisiplinan waktu moda transportasi di tanah air.
“Ketepatan waktu memberikan kepastian bagi pelanggan dalam merencanakan perjalanan dan aktivitasnya,” katanya.
Eva menyebutkan ketepatan waktu perjalanan Whoosh ditopang sistem operasi kereta cepat yang terpadu, mulai dari pengaturan perjalanan, sistem persinyalan, jaringan listrik aliran atas, hingga kesiapan sarana dan prasarana.
“Untuk mempertahankan keandalan operasional, KCIC melakukan pemeriksaan dan perawatan sarana serta prasarana secara rutin dan terjadwal,” katanya.
Ia menguraikan pengecekan mencakup rangkaian kereta Whoosh, jalur kereta cepat, sistem persinyalan, jaringan listrik aliran atas, serta berbagai perangkat penunjang operasional lainnya.
“Kesiapan seluruh sistem menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi ketepatan waktu sekaligus memastikan keselamatan dan keamanan perjalanan,” ujar Eva.