Bantu Mustahik, Baznas Kucurkan Rp202 Juta untuk Operasi Katarak

Bantu Mustahik, Baznas Kucurkan Rp202 Juta untuk Operasi Katarak
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI telah menyalurkan dana bantuan sebesar Rp202 juta untuk menyelenggarakan program operasi katarak bagi masyarakat yang membutuhkan (mustahik) di Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Selatan (RSMBS). (Foto: NET)

JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI telah menyalurkan dana bantuan sebesar Rp202 juta untuk menyelenggarakan program operasi katarak bagi masyarakat yang membutuhkan (mustahik) di Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Selatan (RSMBS).

"Alhamdulillah setelah operasi ini, (semoga) bisa melihat yang indah-indah lagi. Bisa melihat alam lagi, bisa baca lagi, bisa lihat cucu lagi, bisa baca Al-Qur'an lagi, bisa lihat suami yang ganteng lagi," jelas Sodik dalam keterangan di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Ia menyampaikan bahwa agenda ini merupakan wujud nyata dari komitmen Baznas untuk memaksimalkan pendistribusian dana zakat ke dalam berbagai program strategis nasional, salah satunya dengan menolong pasien katarak dari kalangan keluarga prasejahtera agar bisa kembali melihat dengan normal.

Sodik turut memberikan pujian atas kontribusi aktif Muhammadiyah yang dinilainya konsisten menunjukkan aksi nyata dalam membangun masyarakat di sektor pendidikan, sosial, serta kesehatan tanpa banyak retorika.

Selaras dengan langkah Muhammadiyah, ia menegaskan bahwa Baznas pun senantiasa mengoptimalkan pendistribusian dana zakat lewat lima program strategis nasional yang meliputi sektor kesehatan, pendidikan, dakwah, kemanusiaan, hingga program pemberdayaan ekonomi umat.

"Kami terus memohon doa dan dukungan masyarakat agar Baznas tetap dipercaya oleh para muzaki, sehingga dana yang terkumpul semakin besar dan manfaat yang disalurkan bagi kemaslahatan umat bisa semakin luas," ujar Sodik Mudjahid.

Di sisi lain, salah satu warga yang menerima bantuan tersebut, Neni Dahliani, mengungkapkan rasa syukur yang luar biasa atas kehadiran program operasi katarak gratis ini karena dinilai amat meringankan beban masyarakat kecil.

"Alhamdulillah, senang banget dan terima kasih banyak, kata dokter besok jam 7 pagi perbannya sudah boleh dibuka dan mata saya bisa melihat jelas lagi," tutur Neni.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index