AIA Financial Raih Laba Bersih Rp844,31 Miliar Sepanjang 2025

AIA Financial Raih Laba Bersih Rp844,31 Miliar Sepanjang 2025
PT AIA Financial berhasil mencetak laba bersih setelah pajak mencapai Rp844,31 miliar di sepanjang tahun 2025. (Foto: NET)

JAKARTA — PT AIA Financial berhasil mencetak laba bersih setelah pajak mencapai Rp844,31 miliar di sepanjang tahun 2025.

Mengacu pada laporan keuangan resmi yang dipublikasikan di Harian Bisnis Indonesia pada Selasa (28/7/2026), perusahaan memperoleh hasil jasa asuransi bersih senilai Rp827,96 miliar. 

Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 32,09% secara tahunan (year on year/YoY) jika dibandingkan dengan periode sebelumnya yang bernilai Rp626,77 miliar.

Pencapaian tersebut ditopang oleh perolehan pendapatan jasa asuransi yang melonjak 13,42% (YoY) hingga menyentuh Rp4,31 triliun. 

Di sisi lain, beban jasa asuransi tercatat sebesar Rp3,33 triliun, sedangkan beban yang berasal dari kontrak reasuransi milikan berada di angka Rp156,89 miliar.

Sementara itu, hasil investasi dan asuransi bersih yang dibukukan oleh perusahaan selama tahun 2025 mengalami minus Rp41,10 miliar. 

Apabila dirinci, pendapatan dari sektor investasi (termasuk PAYDI) tercatat sebesar Rp5,41 triliun, sedangkan kerugian investasi baik yang sudah maupun belum terealisasi mencapai Rp1,81 triliun. 

Beban keuangan yang timbul dari kontrak asuransi berada di angka Rp3,62 triliun, dan beban keuangan kontrak reasuransi sebesar Rp15,85 miar.

Untuk performa laba sebelum pajak, perusahaan menorehkan angka Rp787,86 miliar dengan beban pajak sebesar Rp56,44 miliar, yang menghasilkan laba setelah pajak senilai Rp844,31 miliar. 

Pendapatan komprehensif bersih lainnya tercatat sebesar Rp284,63 miliar, sehingga total laba komprehensif yang diraih menjadi Rp1,12 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 4,67% (YoY).

Beralih ke sektor neraca keuangan, total aset yang dimiliki perusahaan melonjak 7,28% (YoY) hingga mencapai Rp42,41 triliun pada akhir tahun 2025. 

Penopang utama aset ini bersumber dari instrumen investasi senilai Rp35,76 triliun, pos aset lainnya sebesar Rp3,16 triliun, serta kas dan setara kas yang mencapai Rp2,79 triliun.

Di bagian liabilitas dan ekuitas, komponen terbesar diisi oleh kewajiban kontrak asuransi sebesar Rp33,23 triliun, disusul oleh akumulasi laba ditahan senilai Rp5,88 triliun, serta modal disetor sebesar Rp1,93 triliun. Gabungan jumlah liabilitas dan ekuitas ini tercatat seimbang di angka Rp42,41 triliun.

Jika melihat pada indikator kesehatan keuangan korporasi, tingkat solvabilitas perusahaan mengalami kenaikan sebesar 31,06% (YoY) menjadi Rp6,75 triliun. 

Sementara itu, nilai Modal Minimum Berbasis Risiko (MMBR) berada di angka Rp11,75 triliun. Rasio pemenuhan atau pencapaian solvabilitas perusahaan pada tahun 2025 berhasil menyentuh angka 385%.

Secara konsolidasian di sepanjang tahun 2025, perusahaan berhasil meraup pendapatan jasa asuransi sebesar Rp4,31 triliun, atau tumbuh 13,42% (YoY), dengan tanggungan beban jasa asuransi sebesar Rp3,33 triliun. 

Secara kumulatif, nilai aset konsolidasian perusahaan berhasil mencapai Rp43,85 triliun, menguat 7,13% (YoY).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index