JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memangkas target waktu pencapaian swasembada gula nasional, dari yang awalnya direncanakan empat tahun kini dipercepat menjadi dua tahun.
Langkah ini ditempuh melalui akselerasi program peremajaan kebun tebu seluas 100.000 hektare setiap tahunnya. Upaya percepatan ini bakal dibarengi dengan modernisasi sistem budidaya serta peningkatan produktivitas guna mendongkrak volume produksi gula dalam negeri.
Prabowo mengungkapkan bahwa Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada awalnya memberikan laporan mengenai program peremajaan tebu seluas 100.000 hektare per tahun yang diproyeksikan bisa merealisasikan swasembada gula dalam jangka waktu empat tahun.
Kendati demikian, seusai melangsungkan diskusi, pihak pemerintah menetapkan agar target tersebut dipangkas menjadi dua tahun saja.
"Tadi Menteri Pertanian melaporkan kepada saya program kami sekarang adalah 100.000 hektare per tahun. Dengan demikian akan dicapai dalam empat tahun. Tetapi setelah saya tanya lagi ke dia, dengan gagah dan berani dia mengatakan, 'Pak, kami bisa dalam dua tahun'," ujar Prabowo, dikutip Selasa (21/7/2026).
Dipaparkan oleh Prabowo, akselerasi swasembada gula ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah demi memperkokoh kemandirian di sektor pangan.
Ia menyebutkan bahwa usai berhasil meraih swasembada beras, pemerintah saat ini mengalihkan fokus pada komoditas vital lainnya, sembari terus memperkuat ketahanan di sektor energi maupun sumber daya air.
"Target kami swasembada pangan sudah kami capai. Sekarang swasembada energi kami sedang menuju. Swasembada air sedang kami rintis, sehingga semua rakyat kami punya akses kepada air bersih dan air untuk tanaman," katanya.
Prabowo pun turut menyampaikan apresiasi atas kinerja jajaran kementerian, TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga para petani yang dinilai sanggup mengakselerasi eksekusi beragam program strategis nasional.
Dia menilai percepatan ini krusial agar masyarakat dapat segera memetik keuntungan dari pembangunan, sekaligus menekan angka ketergantungan Indonesia terhadap impor komoditas penting.
"Kami mengejar sasaran karena rakyat sudah terlalu lama mengalami kehidupan yang tidak selayaknya dialami oleh negara besar dan kaya seperti Indonesia. Kami akan buktikan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia sedang bangkit dengan kekuatan kami sendiri," ujarnya.
Merespons instruksi tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan kesiapannya untuk menggenjot program peremajaan tebu lewat modernisasi sistem budidaya, pemanfaatan benih berkualitas unggul, mekanisasi sektor pertanian, serta penguatan jalinan kemitraan antara petani dengan industri gula.
"Kami siap menjalankan arahan Bapak Presiden. Seluruh jajaran Kementerian Pertanian akan bekerja maksimal bersama pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha, dan petani agar target swasembada gula dalam dua tahun dapat diwujudkan," kata Amran.
Amran menambahkan, akselerasi program tersebut diharapkan mampu memacu output produksi gula nasional, memangkas ketergantungan pada pasokan impor, sekaligus mendongkrak tingkat kesejahteraan para petani tebu.