TransNusa Tambah 4 Pesawat dan Ekspansi Rute Internasional

TransNusa Tambah 4 Pesawat dan Ekspansi Rute Internasional
CEO TransNusa Group, Dato' Bernard Francis. (Foto: NET)

JAKARTA – Maskapai penerbangan TransNusa terus menggulirkan ekspansi armada sepanjang tahun 2026 guna memperkuat pertumbuhan bisnisnya di tengah persaingan industri yang kian ketat.

CEO TransNusa Group, Dato' Bernard Francis mengungkapkan bahwa TransNusa berencana mendatangkan empat armada tambahan sebelum tahun ini berakhir. 

Kehadiran pesawat baru tersebut bakal menyokong perluasan jaringan penerbangan perusahaan pada paruh kedua tahun ini. 

Sebagai informasi, saat ini TransNusa telah mengoperasikan total 19 unit pesawat yang meliputi 10 unit Airbus A320 dan A321, serta lima unit armada C909 buatan produsen China.

“Tahun ini kita akan menambah empat lagi pesawat sebelum akhir tahun,” ungkap Bernard, saat dijumpai media, Selasa (21/7/2026).

Bukan hanya fokus pada penambahan armada, maskapai juga aktif meningkatkan frekuensi penerbangan sekaligus membuka sejumlah rute internasional teranyar. 

Per tanggal 6 Agustus 2026, TransNusa dijadwalkan meluncurkan penerbangan rute Jakarta–Bangkok yang akan beroperasi dua kali sehari. Menyusul pada bulan September, mereka bakal membuka rute komersial Denpasar–Phuket. 

Di samping itu, pihak manajemen juga sedang mengupayakan penambahan slot terbang di Bandara Changi Singapura agar intensitas penerbangan yang semula tiga kali bisa naik menjadi lima kali.

“Kami harap-harap akan mendapat lebih approval slot di Changi Airport. Tiga mungkin menjadi lima. Itu rencana kami,” tambahnya.

TransNusa pun menaruh minat besar untuk membuka rute internasional dari Bandara Husein Sastranegara di Bandung, andai pintu penerbangan internasional di bandara tersebut diaktifkan kembali. 

Bernard memaparkan bahwa pihaknya sudah mengajukan permohonan rute menuju Malaysia serta Singapura, dan saat ini sedang menanti lampu hijau dari pihak pengelola bandara maupun pihak regulator.

Kendati agresif melakukan ekspansi, TransNusa menegaskan bahwa fokus utama mereka pada paruh kedua tahun ini bukan semata-mata memburu rute baru, melainkan memaksimalkan performa rute yang telah eksis.

“Kami tidak mau membuka banyak rute-rute baru dalam keadaan ekonomi yang tidak balance. Kita fokusnya tempat kita yang sudah terbang, kita akan meningkatkan frekuensinya," ujar Bernard.

Langkah taktis tersebut diambil mengingat industri penerbangan masih dibayangi berbagai tantangan berat, seperti perang tarif, fluktuasi harga bahan bakar avtur, hingga ketidakpastian kondisi ekonomi global. 

Bernard memaparkan bahwa harga avtur yang sempat melonjak tajam pada semester pertama kini telah menyusut sekitar 15% hingga 20%. Penurunan biaya ini memberikan ruang bagi maskapai untuk melakukan penyesuaian tarif tiket. 

Merespons tren penurunan harga avtur, TransNusa memangkas harga tiket penerbangan domestik sekitar 10%, namun tetap menjaga agar tarif penerbangan internasional tetap kompetitif.

"Harganya sudah turun untuk sementara ini, untuk domestiknya kita sudah turunkan 10%. So, internasional kami harus jadi kompetitif berbanding dengan maskapai lain," ujarnya.

Meskipun daya beli masyarakat secara umum dilaporkan melemah, Bernard mencermati tren permohonan tiket untuk TransNusa justru terus merangkak naik. 

Fenomena ini dipicu oleh sebagian masyarakat yang mengubah preferensi perjalanan mereka, dari yang awalnya destinasi jarak jauh beralih ke kawasan Asia yang merupakan fokus utama jaringan TransNusa. 

Berkat tren positif tersebut, tingkat keterisian penumpang (load factor) maskapai ini tetap stabil di kisaran 80%.

"Sebab kami tidak terlibat dalam masalah di Eropa dan di Middle East. Jadi untuk TransNusa bisnis kita masih aman dan meningkat. Sebab kita juga menambah penerbangan, bisnis kita menambah hampir 20%,” imbuh Bernard.

Saat ini TransNusa mengandalkan tiga pusat operasional utama (hub), yaitu Jakarta, Bali, dan Manado. Lewat hub Jakarta, maskapai melayani rute ke Kuala Lumpur, Penang, Subang, Singapura, Guangzhou, hingga ke destinasi domestik seperti Singkawang dan Yogyakarta. 

Sementara lewat hub Bali, rute yang dilayani mencakup Perth, Singapura, Guangzhou, Manado, hingga rute domestik lainnya. Adapun lewat hub Manado, TransNusa terbang menuju Guangzhou, Sorong, Timika, serta wilayah Indonesia bagian timur dengan memberdayakan armada pesawat C909.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index