Teh atau Kopi untuk Memulai Pagi? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Teh atau Kopi untuk Memulai Pagi? Ini Penjelasan Ahli Gizi
Teh vs Kopi di Pagi Hari: Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?(Foto:NET)

JAKARTA - Minum secangkir kopi atau teh sering menjadi ritual pertama sesaat setelah terbangun. Aroma kopi yang pekat memberikan suntikan energi instan, sedangkan teh memberikan efek yang lebih ringan serta menenangkan.

Akan tetapi, jenis minuman apa yang sebenarnya lebih ideal untuk mengawali hari? Keputusannya tidak sesederhana membandingkan tingkat kepopuleran kedua minuman tersebut. Faktor penentunya meliputi bagaimana cara metabolisme tubuh merespons kafein, situasi sistem pencernaan, hingga target aktivitas seseorang pada pagi hari. 

Seorang pakar gizi holistik bernama Dr. Geetika Chopra menerangkan bahwa opsi yang paling tepat tidak dapat disamaratakan lantaran bertumpu pada keadaaan fisik, kadar stres, dan tingkat toleransi terhadap kafein masing-masing orang.

“Dari perspektif nutrisi dan fisiologi, kopi maupun teh bisa menjadi pilihan yang baik untuk memulai pagi,” kata Chopra, seperti dilansir OnlyMyHealth, Senin (20/7/2026).

Kopi Memberikan Suntikan Energi yang Lebih Kilat

Kopi biasanya menjadi opsi utama bagi individu yang memerlukan stimulus agar tubuh serta pikiran bisa lebih cepat terjaga di pagi hari. Menyeruput secangkir kopi pun kerap menjadi bagian dari rutinitas harian, mulai dari menemani momen keberangkatan menuju tempat kerja hingga saat membuka laptop untuk menyelesaikan tugas pertama. 

Zat kafein di dalam kopi berkhasiat membantu meningkatkan tingkat kewaspadaan, konsentrasi, serta kecepatan respons. Bagi orang yang memiliki toleransi baik terhadap kafein, dampak ini bekerja seperti stimulus awal sebelum mengawali agenda harian.

Kendati demikian, bukan berarti konsumsi kopi tanpa dibayangi risiko. Chopra memberikan peringatan bahwa meminum kopi ketika lambung masih kosong berpotensi menaikkan kadar kortisol, merangsang asam lambung, dan mengakibatkan penurunan energi setelahnya, terutama untuk individu yang memiliki gangguan kecemasan, PCOS, ataupun sensitivitas pencernaan. Beberapa referensi kesehatan juga menyebutkan bahwa kopi dapat memicu kecemasan, palpitasi jantung, serta indikasi heartburn bagi sejumlah orang. Namun, meminum kopi dalam porsi yang wajar tetap bisa dijadikan bagian dari gaya hidup sehat dan kerap dihubungkan dengan beragam khasiat bagi kesehatan.

Teh Menyajikan Pelepasan Energi yang Lebih Konstan

Berbeda halnya dengan kopi, teh—khususnya teh hijau—menawarkan proses pelepasan energi secara lebih halus dan bertahap. Oleh sebab itu, jenis minuman ini sering kali terasa lebih bersahabat bagi orang yang kurang menyukai efek kafein yang terlampau pekat atau ingin menghindari sensasi kaget setelah terjaga dari tidur. Menurut penuturan Chopra, zat L-theanine yang terkandung di dalam teh mampu membantu menumbuhkan konsentrasi yang lebih rileks tanpa adanya stimulasi yang berlebihan.

“Teh umumnya lebih lembut bagi usus dan lebih cocok untuk orang yang mengalami rasa gelisah atau asam lambung setelah minum kopi,” ungkap Chopra.

Melalui karakteristik tersebut, teh dapat dijadikan opsi bagi orang yang mau mengawali hari tanpa harus merasakan sensasi jantung berdebar kencang atau waswas. Di samping itu, teh juga menyimpan senyawa bioaktif, termasuk polifenol, yang memiliki kapabilitas sebagai antioksidan serta anti-inflamasi. Meski begitu, khasiat tersebut harus disikapi secara proporsional dan tidak berarti bahwa teh dapat digunakan sebagai pengganti penanganan medis.

Mana Opsi Terbaik untuk Diminum Pagi Hari?

Penentuan antara teh atau kopi pada akhirnya kembali pada reaksi biologis dari tubuh masing-masing orang. Kopi dapat diambil jika seseorang memerlukan suntikan energi secara kilat dan memiliki toleransi yang baik terhadap kafein. Sebaliknya, teh menjadi opsi yang lebih pas bagi mereka yang mendambakan pasokan energi yang lebih konstan sekaligus sensasi yang lebih ramah bagi fisik.

“Jika kamu dapat menoleransi kafein dengan baik dan membutuhkan dorongan cepat, kopi bisa menjadi pilihan, tetapi hindari meminumnya saat perut kosong,” tuturnya.

“Jika tujuan kami adalah energi yang stabil, kesehatan usus yang lebih baik, dan keseimbangan hormon, teh sering kali menjadi pilihan yang lebih baik untuk jangka panjang,” tambah Chopra.

Kesimpulannya, tidak ada satu jenis minuman yang mutlak menjadi paling menyehatkan bagi seluruh individu. Cermati bagaimana respons tubuh sehabis mengonsumsi kopi ataupun teh, termasuk apabila muncul rasa gelisah, kendala tidur, atau gangguan pada pencernaan. Bagi mayoritas orang dewasa, batas aman konsumsi kafein adalah sampai dengan 400 miligram per hari, kendati takaran kebutuhan setiap orang tetap bisa berbeda-beda.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index