JAKARTA - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menyatakan bahwa pelaksanaan akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR) massal di Batang, Jawa Tengah bakal merangkul sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
"Terus kami matangkan termasuk melibatkan UMKM, ada 60 UMKM yang akan dilibatkan, supaya masyarakat yang ikut hadir memeriahkan acara akad massal itu bisa terhibur dan mendapatkan sajian UMKM," kata Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho di Jakarta, Senin (20/7/2026).
Pihak BP Tapera saat ini tengah merampungkan persiapan agenda akad massal serta penyerahan kunci bagi kurang lebih 62.000 unit KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Acara tersebut dijadwalkan bergulir pada 30 Juli 2026 di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Koordinasi secara intensif terus dilakukan BP Tapera dengan para pemangku kepentingan, salah satunya Pemerintah Kabupaten Batang guna menyiapkan fasilitas dan infrastruktur penunjang.
"Terus berjalan, ini mau dirapatkan lagi. Jadi persiapan di lapangan sudah terus kami matangkan dengan pemerintah daerah khususnya Kabupaten Batang, untuk menyediakan sarana prasarana pendukung seperti akses jalan, kemudian juga akses untuk nanti Pak Presiden RI mendarat dan sebagainya," ucap Heru.
Agenda akad KPR massal ini diselenggarakan oleh BP Tapera bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman sebagai langkah nyata akselerasi Program 3 Juta Rumah.
Kegiatan ini nantinya menghadirkan sekitar 200 debitur secara langsung di tempat acara serta 61.800 debitur lainnya yang terhubung secara online dari 36 provinsi, dengan dukungan 43 bank penyalur KPR Sejahtera FLPP.
Melirik ke belakang, BP Tapera juga sempat menggelar dua kali aksi akad massal serupa pada September dan Desember tahun 2025 yang dipantau langsung oleh Presiden RI, bertempat di Cileungsi Bogor serta Serang.
BP Tapera menginginkan agar fase akad massal ini bukan sekadar lambang percepatan distribusi dana perumahan, melainkan menjadi bukti nyata sinergi yang solid antara pihak pembuat kebijakan, sektor perbankan, asosiasi pengembang, hingga seluruh elemen terkait demi menyediakan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
BP Tapera berkomitmen untuk konsisten mendongkrak performa layanan, memperkokoh sistem manajemen penyaluran dana hunian, sekaligus memperlebar sayap kerja sama dengan seluruh mitra strategis demi menyukseskan Program 3 Juta Rumah sekaligus menghadirkan pemukiman yang representatif, ekonomis, serta berkesinambungan bagi warga Indonesia, tuturnya.