JAKARTA - Kota Batu yang terletak di kawasan Malang Raya, Provinsi Jawa Timur, tak hanya terkenal dengan pesona alam dan taman hiburannya, tetapi juga menjadi surga bagi para pencinta kuliner. Berbagai sajian legendaris yang telah eksis puluhan tahun hadir menghiasi pengalaman wisata rasa di kota berhawa sejuk ini. Dari makanan tradisional Jawa hingga olahan ketan dan bakso, kuliner khas Batu menjadi destinasi wajib bagi setiap pelancong.
Seiring berkembangnya tren wisata tematik di Indonesia, wisata kuliner semakin mendapat tempat khusus di hati wisatawan. Hal ini diperkuat oleh pandangan Indrajaya dalam bukunya Manajemen Pariwisata yang menyatakan, “Wisata kuliner adalah istilah yang paling populer untuk menggambarkan bentuk pariwisata yang secara signifikan menekankan hubungan antara host dan guest melalui makanan sebagai budaya.”
Batu Malang sendiri menjadi magnet wisata kuliner karena mampu menghidangkan cita rasa autentik yang lekat dengan kearifan lokal Jawa Timur, namun tetap dapat dinikmati oleh lidah mancanegara. Berikut ini adalah enam kuliner legendaris di Batu Malang yang patut dicoba saat berkunjung ke kota ini.
1. Bakso Arief – Cita Rasa Bakso Autentik yang Tak Pernah Pudar
Bakso memang identik dengan Malang, namun Bakso Arief menjadi salah satu ikon yang telah menorehkan namanya sebagai pelopor bakso berkualitas di Batu. Terletak di Jalan Diponegoro Nomor 222, Bakso Arief menyajikan beragam menu mulai dari bakso urat, bakso halus, hingga bakso jumbo, lengkap dengan pelengkap mi kuning, bihun, dan tahu.
Buka setiap hari pukul 10:00 – 22:00 WIB, tempat ini tidak pernah sepi pengunjung, terutama di akhir pekan. Rasa kuah kaldu yang gurih serta tekstur baksonya yang kenyal menjadi kekuatan utama warung legendaris ini.
2. Nasi Empok Mak Sugiati – Kenikmatan Nasi Jagung Tradisional
Kuliner khas Jawa yang satu ini sangat cocok bagi wisatawan yang ingin mencicipi menu sehat dan tradisional. Nasi Empok Mak Sugiati menyuguhkan nasi empok (nasi jagung) yang dipadukan dengan lauk-pauk seperti botok, urap, dan dadar jagung.
Berlokasi di Jalan Patimura Nomor 9C, Junrejo, Kota Batu, warung ini hanya buka pagi hari mulai pukul 05:00 – 11:30 WIB, sehingga pengunjung harus datang lebih awal jika ingin menikmati hidangan favorit warga lokal ini.
Rasa sederhana namun penuh makna budaya membuat Nasi Empok Mak Sugiati menjadi tempat yang dicari oleh mereka yang rindu rasa rumah.
3. Pos Ketan Legenda 1967 – Ikon Kuliner Malam Kota Batu
Bagi penggemar camilan malam, Pos Ketan Legenda 1967 adalah tempat yang wajib dikunjungi. Sesuai namanya, tempat ini telah berdiri sejak tahun 1967 dan menjadi legenda hidup kuliner Batu.
Terletak di Jalan Kartini Nomor 6, Ngaglik, Sisir, Kecamatan Batu, tempat ini menyajikan ketan dengan aneka topping mulai dari kelapa parut, susu, meses, durian, hingga keju. Kombinasi ketan pulen dengan topping manis dan gurih menciptakan pengalaman kuliner yang tidak terlupakan.
Pos Ketan buka dua sesi: pukul 10:00 – 15:00 WIB dan 16:00 – 24:00 WIB. Suasana hangat dan nostalgia yang dibawa oleh tempat ini menjadi alasan kuat mengapa ia tetap bertahan di tengah gempuran modernitas.
4. Resto Bu Atik – Masakan Jawa dan Chinese Food dalam Satu Atap
Jika Anda menginginkan sajian keluarga yang lebih lengkap, Resto Bu Atik adalah jawabannya. Dengan pilihan masakan tradisional Jawa dan Chinese food, restoran ini cocok untuk makan siang bersama keluarga atau rombongan wisata.
Lokasinya yang strategis di Jalan Imam Bonjol Nomor 29, Sisir, Batu, menjadikannya mudah diakses dari berbagai destinasi wisata di kota ini. Buka setiap hari dari pukul 10:00 hingga 21:00 WIB, restoran ini menawarkan kenyamanan tempat dan kelezatan masakan yang memadukan dua budaya kuliner secara harmonis.
5. Warung Nasi "Sidik" – Rasa Tradisional yang Membumi
Warung Nasi Sidik dikenal oleh masyarakat lokal sebagai tempat makan siang favorit. Menyajikan berbagai masakan rumahan khas Jawa seperti lodeh, tempe goreng, ayam bacem, dan sayur asem, warung ini selalu ramai oleh warga maupun wisatawan yang mencari cita rasa masakan seperti buatan ibu di rumah.
Berlokasi di Jalan Agus Salim, Temas, Kecamatan Batu, Warung Sidik buka dari pukul 06:00 hingga 17:00 WIB. Tempat ini juga dikenal karena harganya yang ramah di kantong serta pelayanannya yang cepat dan bersahabat.
6. Warung Nasi Djamiah Putra – Rasa Khas yang Bertahan Puluhan Tahun
Masih dengan nuansa tradisional, Warung Nasi Djamiah Putra menjadi salah satu destinasi kuliner yang wajib dicoba bagi penikmat masakan Jawa otentik. Berada di Jalan Panglima Sudirman Nomor 62, Ngaglik, Batu, tempat makan ini buka setiap hari pukul 06:00 – 15:00 WIB.
Menu andalannya termasuk nasi pecel, rawon, dan sayur lodeh yang disajikan dengan sambal khas Jawa Timur yang pedasnya membangkitkan selera. Tidak sedikit pelanggan tetap yang menyebut bahwa tempat ini memiliki rasa khas yang sulit ditemukan di tempat lain.
Kuliner Batu Malang, Perpaduan Rasa, Tradisi, dan Kenangan
Enam tempat makan yang disebutkan di atas hanyalah sebagian kecil dari kekayaan kuliner legendaris di Batu Malang. Keberagaman pilihan menu, mulai dari camilan malam seperti ketan, makanan pokok seperti nasi empok, hingga hidangan hangat seperti bakso, menjadikan Batu sebagai surga kuliner yang layak untuk dijelajahi.
Selain mengenyangkan perut, setiap suapan dari kuliner legendaris ini menyimpan cerita panjang tentang budaya, sejarah, dan keberlanjutan rasa yang diwariskan lintas generasi.
Melalui pendekatan wisata kuliner seperti ini, wisatawan tidak hanya menikmati makanan, tetapi juga ikut merasakan kekayaan budaya lokal yang dijaga dengan penuh cinta oleh para pelaku kuliner Batu. Seperti disampaikan oleh Indrajaya dalam Manajemen Pariwisata, “Makanan tidak hanya menjadi konsumsi biologis, melainkan simbol sosial yang merekatkan relasi antara wisatawan dan masyarakat lokal.”