Energi

Pemerintah Pastikan Pasokan Energi di Jawa Timur Aman Selama Periode Lebaran 2025

Pemerintah Pastikan Pasokan Energi di Jawa Timur Aman Selama Periode Lebaran 2025

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa pasokan energi di Jawa Timur, mencakup bahan bakar minyak (BBM), gas bumi, dan listrik, dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran 2025.

Kesiapan BBM dan LPG

Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur Bali Nusa Tenggara (Jatimbalinus) telah mengambil langkah proaktif untuk memastikan ketersediaan BBM dan LPG di Jawa Timur. Group Head Operation Jatimbalinus, Harry Hedwig V. Malonda, menyatakan bahwa pihaknya telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) yang beroperasi sejak 17 Maret hingga 13 April 2025. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi BBM jenis gasoline sebesar 9,5% dari rata-rata normal 12.728 kiloliter (KL) per hari, serta peningkatan konsumsi LPG sebesar 6% dari normal harian 4.663 metrik ton (MT) per hari.

"Untuk memastikan ketersediaan BBM dan LPG, kami telah menyiapkan cadangan stok yang cukup di seluruh wilayah Jawa Timur," ujar Harry. Selain itu, distribusi BBM dan LPG dioptimalkan melalui pengawasan intensif terhadap jalur distribusi, terutama di wilayah-wilayah dengan permintaan tinggi seperti destinasi wisata dan jalur transportasi utama.

Pasokan Listrik Terjamin

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dalam kunjungannya ke Surabaya pada 25 Maret 2025, memastikan bahwa pasokan listrik di Jawa Timur dalam kondisi aman menjelang Lebaran. Dengan kapasitas terpasang sebesar 10 gigawatt (GW) dan perkiraan kebutuhan listrik saat Lebaran mencapai 4,5 GW, terdapat cadangan listrik sekitar 50%.

"Wilayah Jawa Timur, alhamdulillah kapasitas terpasang itu 10 GW. Pemakaian yang sekarang terjadi hanya 6,5 GW, tapi akan turun menjadi 4,5 GW. Artinya cadangannya masih kurang lebih sekitar 50%," kata Bahlil. Beliau juga menambahkan bahwa ketersediaan energi primer untuk pembangkit listrik, seperti batubara, gas, dan BBM, dalam kondisi aman dengan cadangan di atas 20 hari.

Dukungan untuk Kendaraan Listrik

Untuk mendukung pemudik yang menggunakan kendaraan listrik, Kementerian ESDM bersama PT PLN (Persero) telah menyediakan sekitar 3.500 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) secara nasional, termasuk 339 unit yang tersebar di seluruh Jawa Timur. Sebanyak 1.680 petugas juga disiagakan guna memastikan kelancaran layanan.

"Memang tingkat pemakaian mobil listrik naik sekitar 5-6 kali lipat. Oleh karena itu, kita harus membangun SPKLU dalam jumlah yang memadai," jelas Bahlil. Beliau juga mengimbau masyarakat untuk memastikan keamanan listrik di rumah sebelum meninggalkan kediaman untuk mudik.

Antisipasi dan Sinergi Antar Lembaga

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Erika Retnowati, menegaskan bahwa kecukupan pasokan energi dan kelancaran penyalurannya menjadi prioritas pemerintah untuk mendukung kenyamanan aktivitas masyarakat selama arus mudik, perayaan Hari Raya Idul Fitri, maupun arus balik. "Seperti yang sudah disampaikan oleh Bapak Menteri ESDM, kami berkomitmen untuk terus memantau kesiapan energi baik untuk BBM, jargas (jaringan gas bumi), LPG, avtur, hingga kelistrikan, dapat mendukung kegiatan masyarakat selama periode mudik Lebaran," katanya saat mendampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melakukan pemantauan di Terminal Bahan Bakar Minyak Surabaya Group, Surabaya, Jawa Timur, Selasa 25 Maret 2025.

Erika juga menambahkan bahwa pemerintah berharap pasokan energi terjaga dan selalu melakukan upaya antisipasi, terutama di wilayah yang mayoritas merayakan Idul Fitri, daerah wisata yang menjadi destinasi masyarakat, jalur lintas utama maupun logistik, serta wilayah rawan kemacetan maupun bencana.

Kesiapan Infrastruktur dan Personel

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur menyiagakan sebanyak 4.782 personel untuk menjaga pasokan listrik selama masa siaga Idul Fitri 1445 Hijriah, yakni 3 - 18 April 2024. Sebanyak 4.782 personel disiagakan di 144 posko seluruh Jawa Timur. Daya mampu kelistrikan mencapai 9.999 MW, dengan beban puncak 6.413 MW dan cadangan daya sebesar 2.204 MW atau sebesar 34,36 persen.

PLN juga memproyeksikan beban puncak pada Idul Fitri turun sebesar 16,73 persen karena banyaknya industri yang berhenti produksi, sehingga dipastikan cadangan daya menjadi lebih besar. Ribuan personel yang bersiaga dilengkapi dengan 88 genset mobile, 49 unit uninterruptible power supply (UPS), 199 unit gardu bergerak (UGB), 12 unit kabel bergerak (UKB), 14 crane, dan satu mini scada mobile.

Dengan berbagai langkah antisipatif yang telah dilakukan oleh pemerintah dan pihak terkait, masyarakat Jawa Timur diharapkan dapat menjalani periode Lebaran 2025 dengan nyaman dan tanpa kekhawatiran mengenai pasokan energi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index