Logistik

Klub Logindo Dorong Standarisasi Tarif dan Kompetensi Pengemudi untuk Tingkatkan Daya Saing Logistik

Klub Logindo Dorong Standarisasi Tarif dan Kompetensi Pengemudi untuk Tingkatkan Daya Saing Logistik

JAKARTA - Industri logistik di Indonesia menghadapi tantangan besar di tengah persaingan global yang semakin ketat. Berbeda dengan perusahaan multinasional yang memiliki kontrol penuh dari hulu ke hilir, para pelaku usaha logistik dalam negeri masih harus menghadapi berbagai kendala yang berpengaruh terhadap daya saing mereka.

Ketua Umum Klub Logindo, Mustajab Susilo Basuki, menegaskan bahwa dua aspek utama yang perlu mendapat perhatian serius untuk meningkatkan daya saing industri logistik nasional adalah standarisasi tarif dan peningkatan kompetensi pengemudi.

Pentingnya Standarisasi Tarif Logistik

Dalam acara buka puasa bersama Forum Wartawan Maritim Indonesia (FORWAMI) di Jakarta, Mustajab menyampaikan urgensi adanya pedoman tarif logistik yang lebih terstandarisasi. Menurutnya, ketidakjelasan tarif saat ini membuat banyak perusahaan logistik sulit mengalokasikan pendapatan secara efektif, yang berdampak pada kualitas layanan serta keberlanjutan bisnis mereka.

“Dengan adanya standarisasi tarif, perusahaan logistik dapat mengalokasikan pendapatan mereka secara lebih efektif, termasuk untuk perawatan kendaraan. Hal ini akan membantu meningkatkan kualitas layanan logistik sekaligus mengurangi risiko kerugian akibat tarif yang tidak terkontrol,” ujar Mustajab.

Standarisasi tarif ini juga bertujuan untuk menciptakan persaingan bisnis yang lebih sehat. Tanpa pedoman yang jelas, ada perusahaan yang menawarkan tarif di bawah standar sehingga mengorbankan kualitas layanan demi mendapatkan pelanggan. Hal ini, menurut Mustajab, dapat berujung pada masalah serius dalam jangka panjang, seperti ketidakseimbangan pasar dan berkurangnya kepercayaan konsumen terhadap industri logistik nasional.

Meningkatkan Kompetensi Pengemudi Logistik

Selain standarisasi tarif, peningkatan kompetensi pengemudi juga menjadi faktor kunci dalam membangun industri logistik yang lebih berkualitas. Mustajab menyoroti pentingnya pelatihan berkala bagi para pengemudi truk dan kendaraan logistik lainnya agar mereka dapat bekerja secara lebih profesional dan aman.

“Kita perlu mendorong peningkatan keterampilan dan pemahaman pengemudi tentang keselamatan berkendara, efisiensi bahan bakar, serta pemeliharaan kendaraan. Dengan pengemudi yang lebih terlatih, risiko kecelakaan dapat ditekan dan operasional logistik bisa berjalan lebih lancar,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kompetensi pengemudi yang baik juga akan berdampak pada efisiensi operasional. Pengemudi yang memahami teknik mengemudi yang benar dapat menghemat bahan bakar dan memperpanjang umur kendaraan, yang pada akhirnya dapat mengurangi biaya operasional perusahaan logistik.

Dukungan Pemerintah dan Regulasi yang Lebih Baik

Dalam upaya meningkatkan daya saing industri logistik nasional, Mustajab juga menekankan perlunya dukungan dari pemerintah dalam bentuk regulasi yang lebih baik dan pengawasan yang lebih ketat. Menurutnya, kebijakan yang mendukung standarisasi tarif serta program pelatihan pengemudi harus segera direalisasikan untuk memastikan pertumbuhan sektor logistik yang berkelanjutan.

“Pemerintah memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem logistik yang lebih sehat. Jika regulasi yang ada saat ini diperbaiki dan dijalankan dengan tegas, maka industri logistik nasional bisa lebih kompetitif, bahkan di tingkat internasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mustajab berharap agar pemerintah dapat memberikan insentif bagi perusahaan logistik yang menerapkan standar keselamatan tinggi dan berinvestasi dalam peningkatan kompetensi pengemudi mereka. Dengan begitu, industri logistik di Indonesia tidak hanya berkembang secara bisnis, tetapi juga semakin profesional dan berdaya saing.

Masa Depan Industri Logistik Indonesia

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, Klub Logindo tetap optimis bahwa industri logistik Indonesia dapat berkembang lebih pesat jika berbagai pihak, termasuk pemerintah dan pelaku industri, dapat bekerja sama dalam menciptakan regulasi yang lebih jelas dan meningkatkan standar operasional di sektor ini.

Melalui langkah-langkah konkret seperti standarisasi tarif dan peningkatan kompetensi pengemudi, industri logistik nasional diharapkan dapat bersaing lebih baik dengan perusahaan multinasional serta memberikan pelayanan yang lebih aman, efisien, dan berkualitas bagi para pelanggan.

“Jika kita bersama-sama melakukan perbaikan dalam sektor logistik ini, maka Indonesia akan memiliki industri logistik yang lebih tangguh, efisien, dan mampu berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Mustajab.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index