JAKARTA - Festival Kuliner Ramadan kembali menjadi daya tarik utama bagi masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) yang ingin menikmati hidangan berbuka puasa dengan suasana khas bulan suci. Digelar di kawasan parkir Mega Mas, Manado, festival ini tidak hanya menyajikan aneka kuliner lezat, tetapi juga menghadirkan pengalaman edukatif dan hiburan interaktif bagi para pengunjung.
Pantauan Manado Post menunjukkan bahwa setiap hari ribuan masyarakat memadati lokasi festival untuk berburu takjil dan hidangan berbuka puasa. Acara yang berlangsung dari pukul 16.00 hingga 22.00 WITA ini menjadi momen istimewa yang menggabungkan aspek kuliner, ekonomi, dan literasi keuangan dalam satu tempat.
Lebih dari Sekadar Festival Kuliner
Festival Kuliner Ramadan di Sulawesi Utara tahun ini tidak hanya berfokus pada sajian kuliner, tetapi juga menghadirkan nilai tambah bagi pengunjung. Acara ini melibatkan sekitar 30 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang telah dikurasi oleh Bank Indonesia (BI). Para pelaku usaha diberikan kesempatan untuk mempromosikan produk mereka kepada masyarakat luas, sekaligus mendapatkan wawasan tentang strategi pengembangan bisnis yang lebih modern.
"Festival ini bukan hanya sekadar tempat untuk menikmati makanan, tetapi juga sebagai ajang untuk mendorong pertumbuhan UMKM lokal serta meningkatkan literasi keuangan masyarakat," ujar seorang perwakilan Bank Indonesia yang hadir dalam acara tersebut.
Para pengunjung juga diberikan kesempatan untuk belajar mengenai transaksi keuangan digital serta cara mengelola keuangan secara lebih bijak. Edukasi ini diberikan melalui berbagai program interaktif yang diselenggarakan di sela-sela acara, menjadikan festival ini lebih dari sekadar tempat berbuka puasa.
Sajian Kuliner Khas Ramadan yang Menggugah Selera
Seperti tahun-tahun sebelumnya, festival ini menghadirkan beragam sajian khas Ramadan yang menggugah selera. Dari makanan manis hingga hidangan berat, pengunjung dapat menemukan berbagai pilihan menu favorit, seperti:
-Kolak Pisang dan Bubur Sumsum – Hidangan manis yang menjadi favorit berbuka puasa di berbagai daerah.
-Es Pisang Ijo – Takjil khas Sulawesi Selatan yang berbahan dasar pisang, dibalut adonan hijau, dan disajikan dengan sirup manis.
-Nasi Kuning Manado – Salah satu menu andalan yang kaya rempah dan disajikan dengan berbagai lauk pilihan.
-Ikan Woku Belanga – Masakan khas Sulut berbahan dasar ikan segar dengan kuah berbumbu kuat dan cita rasa khas pedas.
-Pisang Goreng Sambal Roa – Kombinasi unik antara rasa manis dan gurih yang menjadi favorit warga Manado.
Beragam hidangan ini tidak hanya menggoda selera tetapi juga mencerminkan kekayaan kuliner Sulawesi Utara yang selalu menjadi daya tarik wisatawan.
Hiburan Interaktif dan Nuansa Ramadan yang Meriah
Selain menikmati kuliner, pengunjung festival juga disuguhi berbagai hiburan interaktif. Beberapa kegiatan menarik yang menjadi bagian dari festival ini antara lain:
-Live music dengan tema religi
-Lomba memasak menu khas Ramadan
-Talkshow inspiratif tentang bisnis kuliner dan UMKM
Permainan interaktif yang melibatkan pengunjung dari berbagai usia
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman menyenangkan bagi seluruh pengunjung, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Festival ini juga diharapkan dapat menjadi ajang silaturahmi bagi masyarakat Sulawesi Utara selama bulan Ramadan.
Mendorong Perekonomian Lokal
Festival Kuliner Ramadan juga berperan sebagai penggerak ekonomi lokal dengan memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang. Menurut salah satu pelaku usaha yang ikut serta dalam festival ini, keikutsertaannya dalam acara ini sangat membantu meningkatkan omzet mereka.
"Kami merasa sangat terbantu dengan adanya festival ini. Selain bisa memasarkan produk ke lebih banyak orang, kami juga mendapatkan banyak wawasan baru tentang cara mengembangkan bisnis," ujar seorang pemilik usaha kuliner di Manado.
Bank Indonesia selaku penyelenggara juga menekankan pentingnya digitalisasi dalam bisnis kuliner. Oleh karena itu, festival ini turut mendorong penggunaan pembayaran digital melalui QRIS, sehingga transaksi menjadi lebih mudah dan aman bagi penjual maupun pembeli.
Antusiasme Pengunjung yang Tinggi
Sejak hari pertama pelaksanaan, festival ini sudah dipadati oleh ribuan pengunjung yang datang dari berbagai daerah. Antusiasme masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa Festival Kuliner Ramadan telah menjadi agenda tahunan yang dinantikan.
"Setiap tahun saya selalu datang ke sini. Selain banyak pilihan makanan, suasananya juga seru. Bisa berbuka puasa sambil menikmati hiburan," kata salah satu pengunjung festival.
Penyelenggara festival berharap bahwa acara ini dapat terus berkembang di tahun-tahun mendatang dengan menghadirkan lebih banyak inovasi, baik dari segi kuliner maupun program edukatif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Festival Kuliner Ramadan di Sulawesi Utara tahun ini tidak hanya menjadi ajang berburu hidangan berbuka puasa, tetapi juga menghadirkan konsep yang lebih kaya dengan edukasi keuangan dan hiburan interaktif. Dengan keterlibatan UMKM, acara ini turut memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal serta memperkaya pengalaman Ramadan bagi masyarakat.
Dengan suasana yang meriah, pilihan kuliner yang menggugah selera, serta program edukatif yang bermanfaat, Festival Kuliner Ramadan di Manado menjadi bukti bahwa Ramadan bukan hanya tentang berpuasa, tetapi juga tentang berbagi, belajar, dan merayakan keberagaman budaya kuliner Indonesia.