IPAC Rencanakan Go Private dan Delisting, Saham Ditawar Rp250

IPAC Rencanakan Go Private dan Delisting, Saham Ditawar Rp250
PT Era Graharealty Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Era Graharealty Tbk. (IPAC) berencana mengubah statusnya dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup (go private) sekaligus menghapus pencatatan sahamnya (delisting) dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada aksi tersebut, pengendali saham perseroan, APAC Investment 2 Pte. Ltd., bakal mengajukan penawaran pembelian atas saham milik publik pada harga Rp250 per lembar.

Direktur Utama Era Graharealty Darmadi Darmawangsa menyampaikan bahwa agenda go private dan delisting ini dieksekusi seiring penyesuaian arah strategi bisnis perseroan. 

IPAC menilai bahwa perusahaan tak lagi membutuhkan pendanaan lewat bursa saham dan tidak memiliki agenda penggalangan dana dari pasar modal pada masa yang akan datang.

"Perseroan memutuskan untuk melaksanakan Rencana Go Private dan Delisting berdasarkan evaluasi secara menyeluruh atas strategi bisnis jangka panjang Perseroan dan Grup Perseroan dalam pengelolaan aset dan kegiatan operasional yang lebih efisien, termasuk melalui restrukturisasi kepemilikan saham dalam Grup Perseroan," kata Darmadi dalam keterbukaan informasi, Jumat (11/9/2026).

Selain perubahan strategi bisnis, IPAC menambahkan bahwa agenda go private serta delisting bertujuan memacu efisiensi, termasuk menekan biaya operasional demi memperkuat daya saing perseroan pada lanskap pasar yang kian ketat. 

Pihak perseroan turut mengharapkan fleksibilitas yang lebih lapang dalam memutar roda usaha, termasuk guna pengembangan maupun restrukturisasi bisnis bilamana dibutuhkan.

Berdasarkan struktur pemegang saham per 31 Agustus 2026, APAC Investment 2 Pte. Ltd. memegang 860,56 juta saham atau setara 90,60% porsi saham IPAC. Sementara itu, porsi sebanyak 89,31 juta saham atau 9,40% dikuasai oleh masyarakat.

Selaras dengan agenda ini, APAC Investment 2 akan menggelar Penawaran Tender Sukarela (VTO) guna memborong saham publik. Jumlah saham yang ditargetkan untuk dibeli setinggi-tingginya menyentuh 89,31 juta lembar saham atau kisaran 9,402% dari total saham IPAC yang telah ditempatkan serta disetor penuh.

Tawaran Rp250 per Saham 

Manajemen IPAC menyebutkan bahwa penetapan harga penawaran VTO mengacu pada formula yang tertuang di dalam POJK 45/2024. Bagi saham perusahaan yang tercatat dan ditransaksikan di BEI, harga pembelian diwajibkan berada di atas rata-rata harga tertinggi transaksi harian kurun 90 hari terakhir menjelang pengumuman RUPS.

Berdasarkan kalkulasi formula tersebut, didapat harga patokan sebesar Rp173 per saham. APAC Investment 2 kemudian menentukan harga penawaran VTO setinggi Rp250 per saham. 

Mengacu pada estimasi jumlah maksimal saham publik sebesar 89,31 juta lembar, total nilai akuisisi berdasarkan harga penawaran tersebut dapat menyentuh sekitar Rp22,33 miliar apabila seluruh investor publik berpartisipasi pada VTO.

Darmadi mengungkapkan pelaksaan VTO tersebut baru akan dieksekusi bilamana rencana go private dan delisting mengantongi restu pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

"APAC Investment 2 Pte. Ltd., selaku pemegang saham utama dan pengendali Perseroan, akan melakukan penawaran untuk membeli saham Perseroan yang dimiliki oleh pemegang saham publik Perseroan melalui Penawaran Tender Sukarela," ujarnya.

Agenda RUPSLB IPAC dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 20 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB berlokasi di TCC Batavia Tower One, Jakarta Pusat. Pertemuan tersebut juga dapat diakses secara daring melalui platform eASY.KSEI. Rencana go private dan delisting ini wajib memperoleh persetujuan pemegang saham independen di RUPSLB serta memenuhi regulasi yang disyaratkan oleh OJK dan BEI.

Adapun bagi pemegang saham publik yang memilih untuk tidak melepas sahamnya melalui VTO akan tetap menjadi pemegang saham IPAC sewaktu perseroan resmi go private dan sahamnya tak lagi tercatat di BEI.

Di lantai bursa, saham IPAC berada pada posisi Rp189 per lembar pada penutupan sesi perdagangan Kamis (10/9/2026). Angka ini menunjukkan kenaikan 15,95% sepanjang sebulan terakhir serta mencatatkan lonjakan 19,62% secara year-to-date (ytd) 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index