JAKARTA — Lonjakan harga minyak dunia kembali menyentuh level US$100 per barel menyusul eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di kawasan Timur Tengah. Sejumlah negara yang memegang cadangan minyak terbesar di dunia kini mulai mengamati dinamika geopolitik tersebut.
Peningkatan harga minyak ini memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap pasokan energi di Timur Tengah. Di samping itu, konflik berkepanjangan antara AS dan Iran turut mendongkrak risiko inflasi serta lonjakan harga energi yang berdampak langsung pada sektor bisnis, industri, serta masyarakat luas.
Situasi geopolitik serta fluktuasi harga minyak global juga memperbesar kerentanan defisit suplai akibat gangguan jalur distribusi minyak di Selat Hormuz.
Sebagaimana yang diketahui, Iran memblokade akses keluar masuk jalur pelayaran strategis tersebut sejak Februari lalu. Mengingat tingginya volatilitas harga minyak global, penting untuk mengenali serta memetakan negara-negara yang memproduksi volume minyak terbesar sekaligus menguasai cadangan minyak terbanyak di dunia.
Daftar Pemilik Cadangan Minyak Terbesar di Dunia
Berdasarkan data dari Data Indonesia 2024, total cadangan minyak global tercatat mencapai 1,79 triliun barel. Berikut adalah daftar negara dengan kepemilikan cadangan minyak terbanyak:
- Venezuela: 303,22 miliar barel
- Arab Saudi: 267,2 miliar barel
- Iran: 208,6 miliar barel
- Kanada: 189,49 miliar barel
- Irak: 145,02 miliar barel
- Uni Emirat Arab: 113 miliar barel
- Rusia: 107,8 miliar barel
- Kuwait: 101,5 miliar barel
Daftar Penghasil Minyak Terbesar di Dunia
Berikut merupakan rincian negara produsen minyak terbesar di tingkat global merujuk pada data US Energy Information Administration 2023:
- Amerika Serikat: 21,91 juta barel per hari
- Arab Saudi: 11,13 juta barel per hari
- Rusia: 10,75 juta barel per hari
- Kanada: 5,76 juta barel per hari
- China: 5,26 juta barel per hari
- Irak: 4,42 juta barel per hari
- Brasil: 4,28 juta barel per hari
- Uni Emirat Arab: 4,16 juta barel per hari
- Iran: 3,99 juta barel per hari
- Kuwait: 2,91 juta barel per hari