JAKARTA — Harga minyak dunia kian mendidih seiring memanasnya pertempuran antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Tercatat, harga minyak telah menembus level US$100 per barel pada penutupan perdagangan Kamis (10/9/2026) waktu AS.
Harga minyak mentah Brent naik 6,3% ke level US$107,63 per barel. Sementara, kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 6,7% ke posisi US$102,48 per barel.
Harga minyak dunia tersebut merupakan yang tertinggi sejak Mei 2026 lalu. Tercatat, harga minyak telah naik lebih dari 18% sepanjang September 2026 ini.
Kenaikan harga itu tak lepas dari pasar yang bersiap menghadapi kemungkinan perang berkepanjangan di Timur Tengah. Para penasihat utama Gedung Putih telah membahas dengan Presiden AS Donald Trump mengenai kemungkinan bahwa perang dengan Iran dapat berlarut-larut hingga 2029.
Namun, laporan tersebut bertentangan dengan pernyataan Trump yang sebelumnya menyebutkan bahwa perang akan berakhir segera.
Selama berbulan-bulan, dia bersikeras bahwa konflik tersebut akan segera berakhir, namun kenyataannya pertempuran justru semakin memanas. Trump menyebut perang tersebut akan berakhir “segera setelah pemilihan paruh waktu AS” atau pemilu paruh waktu yang akan datang.
Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan sebelum bertolak menuju konvensi paruh waktu Partai Republik di Dallas, Texas, pada Rabu (9/9/2026) waktu setempat.
Menurut Trump, Iran masih berupaya bertahan karena berharap hasil pemilu paruh waktu AS dapat mengubah peta politik di Washington. Dia menuduh Teheran ingin mendorong terpilihnya politisi yang lebih lunak terhadap Iran.
“Saya pikir perang akan berakhir segera setelah pemilihan… Mereka sangat ingin mencoba memengaruhi pemilihan agar kami bisa mendapatkan sekelompok orang yang lemah di sana dan membiarkan mereka begitu saja serta membiarkan mereka memiliki senjata nuklir mereka,” kata Trump.
Ketika ditanya alasan dirinya begitu yakin perang akan berakhir tidak lama setelah pemilu, Trump mengatakan Iran sudah tidak mampu bertahan lebih lama.
“Karena mereka tidak bisa bertahan lebih lama lagi,” ujarnya.
Trump juga kembali menuding bahwa tujuan utama Iran adalah mendapatkan senjata nuklir. Menurutnya, jika Iran memiliki senjata nuklir, kondisi tersebut akan menjadi ancaman bagi dunia.