BI Riau Tegaskan Investasi dan Hilirisasi Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi 2026

BI Riau Tegaskan Investasi dan Hilirisasi Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi 2026

BISNISINSIGHT.COM — Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Riau, Dr. Panji Achmad, menyampaikan bahwa hilirisasi industri kelapa sawit berpotensi mendorong laju ekonomi daerah lebih tinggi dari realisasi saat ini. Kajian yang dilakukan BI bersama perguruan tinggi menunjukkan investasi di sektor pengolahan menjadi faktor pengungkit utama.

"Investasi dan hilirisasi kelapa sawit berpotensi mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Riau untuk tumbuh lebih tinggi," ujar Panji Achmad di sela-sela forum yang mengangkat tema "Riau Tumbuh Solid dan Digitalisasi Terakselerasi". Potensi Riau Sebagai Lumbung Energi Nasional

Pemerintah Provinsi Riau melihat kebijakan nasional mengenai kemandirian energi membuka peluang besar bagi daerahnya. Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Dr. Syahrial Abdi, menegaskan Riau perlu memperkuat sinergi antardaerah untuk memperluas pasar komoditas utama.

Provinsi ini mengandalkan tiga sektor penyumbang ekonomi: minyak bumi, hilirisasi crude palm oil (CPO), dan pengembangan komoditas kelapa. Ketiganya dinilai strategis dalam memperkuat struktur ekonomi regional di tengah transisi energi nasional.

"Riau sebagai lumbung energi harus mampu memanfaatkan momentum ini untuk terus memperkuat perkembangan ekonominya," kata Syahrial Abdi dalam sambutannya. Apresiasi Realisasi Investasi Tertinggi Semester I 2026

Forum ini juga menjadi ajang pemberian penghargaan bagi pelaku usaha dengan realisasi investasi tertinggi pada paruh pertama 2026. BI bersama Pemprov Riau memberikan apresiasi kepada tiga perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dan tiga perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang bergerak di sektor hilirisasi.

Penghargaan diserahkan secara simbolis oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Riau, Kepala BI Koordinator Wilayah Sumatera, serta Sekretaris Daerah Provinsi Riau. Langkah ini dimaksudkan sebagai motivasi bagi dunia usaha untuk terus berkontribusi pada perekonomian daerah. Agenda Diskusi dan Rangkaian Kegiatan Indonesia

REF 2026 menjadi puncak rangkaian kegiatan yang meliputi diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP), FGD perekonomian, temu responden, hingga festival diversifikasi pangan. Forum ini mempertemukan lebih dari 100 peserta dari unsur pemerintah daerah, regulator, akademisi, perbankan, dan pelaku usaha dalam kerangka Pentahelix.

Diskusi panel pertama menyoroti digitalisasi sistem pembayaran dengan menghadirkan narasumber dari OJK, Lembaga Penjamin Simpanan, PT Bank Aladin Syariah Tbk, dan Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI. Bahasan mencakup mitigasi risiko keuangan digital hingga arah kebijakan sistem pembayaran ke depan.

Sesi kedua membahas kondisi dan prospek perekonomian bersama ekonom BI, Chief Economist Bank Permata, dan analis kebijakan APINDO. Topik yang diangkat meliputi perkembangan ekonomi global, respons kebijakan moneter, serta strategi dunia usaha menghadapi tantangan saat ini.

Melalui forum ini, Bank Indonesia berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi Riau yang solid dan berkelanjutan lewat penyelarasan strategi dengan mitra strategisnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index