BISNISINSIGHT.COM — Perusahaan otomotif asal China ini mengumumkan pencapaian tersebut saat meresmikan Shenzhen Longhua Flash Charging Flagship Station, yang merupakan stasiun ke-10.000 milik BYD. Wakil Presiden Eksekutif BYD, He Zhiqi, menyampaikan bahwa jaringan pengisian daya ini menjadi infrastruktur penting untuk mendukung adopsi kendaraan listrik (EV) di pasar domestik.
Jangkauan Luas hingga ke Kaki Gunung Everest
Jaringan Flash Charging BYD tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar. Perusahaan menyebutkan titik paling utara berada di Hulunbuir, Mongolia Dalam, sedangkan titik paling selatan ada di Sanya, Hainan. Sementara itu, Shuangyashan di Heilongjiang menjadi lokasi paling timur dan Kashgar di Xinjiang sebagai titik paling barat.
Stasiun pengisian juga telah menjangkau wilayah ekstrem seperti Turpan dan area dekat kaki Gunung Everest. Langkah ini merupakan bagian dari rencana besar BYD untuk membangun 20.000 stasiun Flash Charging di China hingga akhir 2026, dengan rincian 18.000 stasiun di perkotaan dan 2.000 stasiun di jalan tol.
Target 20.000 Stasiun: 125 Hari untuk 10.000 Unit Berikutnya
Dengan capaian 10.000 stasiun pada 28 Agustus 2025, BYD telah memenuhi 50 persen dari target akhir tahun. Perusahaan masih memiliki waktu sekitar 125 hari untuk membangun 10.000 stasiun tambahan sebelum 31 Desember 2026.
Pengoperasian jaringan ini melibatkan sejumlah mitra strategis, termasuk Sinopec, PetroChina, CNOOC, TELD, JD.com, Alipay, AutoNavi (Amap), dan Ucar. Kolaborasi ini memungkinkan BYD memperluas infrastruktur pengisian daya secara agresif tanpa harus membangun semua fasilitas dari nol.
1,83 Juta Pengguna Terdaftar, Sepertiga dari Merek Lain
Hingga saat ini, lebih dari 1,83 juta pengguna telah terdaftar di jaringan Flash Charging BYD. Menariknya, hampir sepertiga dari pengguna tersebut menggunakan kendaraan listrik dari merek selain BYD. Fakta ini menunjukkan bahwa jaringan pengisian daya yang dibangun BYD tidak eksklusif untuk kendaraan mereka sendiri, melainkan terbuka untuk seluruh ekosistem EV di China.
Selain fokus di pasar domestik, BYD berencana memasang 6.000 stasiun Flash Charging di luar China, termasuk 3.000 stasiun di Eropa. Ekspansi ini sejalan dengan langkah merek premium Denza milik BYD yang menargetkan kehadiran di lebih dari 30 negara Eropa dengan lebih dari 150 gerai penjualan hingga akhir 2026.