Rupiah Tertekan ke Rp17.790/US$, Pasar Nantikan Pidato Hawkish Bos The Fed

Rupiah Tertekan ke Rp17.790/US$, Pasar Nantikan Pidato Hawkish Bos The Fed

BISNISINSIGHT.COM — Pergerakan rupiah hari ini berlangsung defensif di tengah indeks dolar AS yang masih kokoh di level 99,12. Data pasar menunjukkan, penguatan dolar AS kali ini tidak sepenuhnya menekan mata uang Asia. Won Korea Selatan justru mencatat penguatan paling tajam sebesar 0,13%, disusul ringgit Malaysia, dolar Singapura, dan yen Jepang yang menguat lebih terbatas. Sementara itu, yuan offshore menjadi satu-satunya yang terpantau melemah tipis 0,01%.

Harga Minyak Brent Masih Tinggi di Atas US$89

Faktor lain yang membayangi nilai tukar rupiah adalah harga komoditas energi yang masih perkasa. Harga minyak mentah Brent kemarin melonjak 2,12% ke US$89,7 per barel dari posisi sebelumnya US$87,27 per barel. Meski pada pagi ini sempat terkoreksi tipis 0,13% ke US$89,58 per barel, level tersebut masih tergolong tinggi dan berpotensi memperlebar defisit neraca dagang Indonesia.

Kenaikan harga minyak ini menjadi sentimen negatif tersendiri bagi negara importir minyak seperti Indonesia. Tekanan dari kenaikan harga energi diperkirakan akan menambah beban impor dan mempersempit ruang penguatan rupiah dalam jangka pendek.

Pidato Jackson Hole Jadi Katalis Utama Pergerakan

Pelaku pasar saat ini tengah fokus menanti pidato Kevin Warsh di forum tahunan Jackson Hole. Sebagian pihak memperkirakan pidato tersebut akan bernada hawkish, atau condong pada kebijakan moneter ketat, yang berpotensi mendorong dolar AS menguat lebih lanjut.

"Pasar masih wait and see terhadap arahan kebijakan The Fed. Jika pidato Warsh mengindikasikan pengetatan lebih agresif, dolar AS berpotensi menguat dan menekan mata uang emerging market termasuk rupiah," demikian pernyataan yang terangkum dalam riset harian Bloomberg Technoz.

Proyeksi Pergerakan Rupiah Sesi Berikutnya

Dengan kombinasi dolar AS yang kuat dan harga minyak yang tinggi, ruang penguatan rupiah pada sesi perdagangan hari ini dinilai terbatas. Pergerakan nilai tukar akan sangat bergantung pada nada pidato pejabat The Fed dan arah indeks dolar di pasar global.

Investor disarankan mencermati perkembangan data ekonomi AS dan pergerakan harga minyak sebagai indikasi arah rupiah selanjutnya. Level psikologis Rp17.800 per dolar AS menjadi resistance terdekat yang perlu diwaspadai. Investasi mengandung risiko.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index