BISNISINSIGHT.COM — Perbandingan biaya kepemilikan antara dua skuter matik populer ini kembali menjadi sorotan. Data resmi dari lampiran Permendagri No. 11 Tahun 2026 tentang Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, dan Pajak Alat Berat menunjukkan perbedaan NJKB yang cukup tipis namun berdampak pada nominal pajak tahunan.
Yamaha Aerox tercatat memiliki NJKB Rp 19,3 juta, sementara Honda Vario Evo 160 berada di angka Rp 17 juta. Selisih NJKB sebesar Rp 2,3 juta ini yang kemudian membuat beban pajak tahunan Aerox sedikit lebih berat.
Rincian Hitungan Pajak Honda Vario Evo 160 di Jakarta
Untuk kendaraan pertama di DKI Jakarta dengan tarif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) 2 persen dan bobot 1,0, berikut simulasi perhitungannya:
- NJKB: Rp 17 juta
- Dasar Pengenaan PKB: Rp 17 juta x 1,0 = Rp 17 juta
- PKB Pokok: Rp 17 juta x 2% = Rp 340 ribu
- Pajak Tahunan: Rp 340 ribu + SWDKLLJ Rp 35 ribu = Rp 375 ribu
Simulasi Pajak Yamaha Aerox yang Lebih Mahal
Dengan metode penghitungan yang sama, beban pajak tahunan pemilik Aerox menjadi lebih tinggi.
- NJKB: Rp 19,3 juta
- Dasar Pengenaan PKB: Rp 19,3 juta x 1,0 = Rp 19,3 juta
- PKB Pokok: Rp 19.300.000 x 2% = Rp 386.000
- Pajak Tahunan: Rp 386.000 + SWDKLLJ Rp 35.000 = Rp 421.000
Perlu dicatat, skema ini berlaku untuk kendaraan pertama di Jakarta. Pemilik di provinsi lain bisa mendapati nominal berbeda karena tarif PKB dan penerapan opsen yang tidak seragam di tiap daerah.
Bukan Cuma Pajak, Performa Mesin Juga Beda Karakter
Selisih biaya tahunan yang tipis ini kerap dijadikan pertimbangan sebelum memutuskan membeli. Namun dari sisi dapur pacu, keduanya punya pendekatan teknis yang berbeda.
Honda Vario Evo 160 mengandalkan mesin 160 cc 4 katup eSP+ berpendingin cairan. Tenaga puncaknya mencapai 11,3 kW (15 dk) di 8.500 rpm dan torsi 14,0 Nm di 6.500 rpm. Angka ini identik dengan Aerox, namun Yamaha menyematkan mesin 155 cc yang dilengkapi Variable Valve Actuation (VVA).
Yamaha Aerox Alpha menghasilkan tenaga 11,3 kW (15 dk) di 8.000 rpm dan torsi puncak 14,2 Nm di 6.500 rpm. Keunggulan lain ada pada opsi transmisi CVT elektrik (YECVT) serta fitur 'turbo' yang tidak dimiliki Vario Evo 160.
Keputusan akhir tetap di tangan calon pembeli. Pajak lebih murah Rp 46 ribu per tahun bisa menjadi alasan, tapi fitur dan karakter mesin juga punya daya tariknya sendiri.