Superbank Cetak Laba Bersih Rp182,60 Miliar di Semester I/2026

Superbank Cetak Laba Bersih Rp182,60 Miliar di Semester I/2026
PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) menorehkan laba bersih senilai Rp182,60 miliar sampai paruh pertama tahun 2026. (Foto: NET)

JAKARTA — PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) menorehkan laba bersih senilai Rp182,60 miliar sampai paruh pertama tahun 2026. 

Perolehan tersebut melompat tajam sebesar 790,42% secara tahunan (year on year/YoY) dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp20,50 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis resmi, perolehan keuntungan bersih Superbank pada masa ini ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang terangkat 51,71% YoY dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp667,39 miliar menjadi Rp1,01 triliun. 

Capaian positif ini juga disokong oleh pendapatan komisi yang melesat tinggi hingga 469,50% YoY ke angka Rp36,94 miliar dari periode serupa tahun lampau senilai Rp6,48 miliar.

Superbank turut membukukan kenaikan pada sektor laba operasional. Sampai bulan Juni 2026, emiten perbankan ini mendulang laba bersih senilai Rp234,40 miliar, atau meningkat 661,07% YoY dari raihan Juni 2025 yang berada di angka Rp30,79 miliar.

Di sisi lain, perolehan laba tahun berjalan sebelum dipotong pajak melonjak hingga 669,01% YoY menjadi Rp234,40 miliar. Pada semester I/2025 yang lalu, perusahaan mencatatkan laba di angka Rp30,48 miliar.

Menilik dari fungsi intermediasi bank, total penyaluran kredit perusahaan menembus Rp13,43 triliun, tumbuh sebesar 60,94% YoY dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp8,34 triliun. 

Secara bersamaan, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perusahaan terkumpul sebanyak Rp15,93 triliun, naik 89,10% YoY dari pencapaian Juni 2025 yang sebesar Rp8,42 triliun. 

Komponen dana murah (Current Account Saving Account/CASA) Superbank meroket signifikan 94,34% YoY menyentuh Rp3,47 triliun per Juni 2026.

Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan mengungkapkan, torehan gemilang ini merefleksikan kesuksesan dari strategi ekspansi berbasis ekosistem yang tengah diimplementasikan oleh pihak bank.

Menurut dia, strategi bersandar ekosistem yang dirancang Superbank bersama pemegang saham kini kian menampakkan efek positif, bukan cuma sekadar pada pertumbuhan total nasabah baru, melainkan juga dari sisi penguatan profitabilitas, efisiensi operasional, serta kualitas aset bank.

“Hal ini menunjukkan bahwa kami berhasil membangun pertumbuhan yang tidak hanya cepat, tetapi juga sehat dan berkelanjutan,” kata Tigor dalam keterangannya, dikutip pada Rabu (29/7/2026).

Melangkah ke depan, manajemen berkomitmen untuk senantiasa memperluas jalinan kemitraan di dalam ekosistem demi menyajikan opsi layanan perbankan digital yang makin relevan, gampang diakses, serta sanggup memberikan nilai tambah jangka panjang untuk nasabah, mitra strategis, dan para pemegang saham.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index