Lewat Jakpreneur, Pemprov DKI Targetkan Lapangan Kerja Baru

Lewat Jakpreneur, Pemprov DKI Targetkan Lapangan Kerja Baru
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memaksimalkan program "Jakpreneur" demi menghadirkan lapangan kerja baru lewat pengembangan kewirausahaan dengan memberikan pembinaan kepada lebih dari 100 ribu pelaku usaha. (Foto: NET)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memaksimalkan program "Jakpreneur" demi menghadirkan lapangan kerja baru lewat pengembangan kewirausahaan dengan memberikan pembinaan kepada lebih dari 100 ribu pelaku usaha.

"Ada lebih dari 100 ribu binaan yang kami lakukan, dan salah satu binaan yang dilakukan di Suku Dinas Jakarta Timur adalah yaitu sekarang ini ada sepuluh UMKM yang ikut dalam bazar," kata Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) Provinsi DKI Jakarta, Taufik di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Berdasarkan penjelasan Taufik, langkah ini ditempuh dengan memperlebar jangkauan pembinaan usaha produktif serta ekonomi kreatif supaya warga mempunyai opsi yang lebih bervariasi demi meraih pendapatan sekaligus menaikkan kesejahteraan. 

Program tenaga kerja mandiri bersama Jakpreneur ini diaplikasikan lewat enam pengampu yang berlandaskan pada Pergub Nomor 2 Tahun 2020. Di samping itu, peningkatan kewirausahaan menjadi salah satu siasat yang digulirkan lewat program Jakarta Bekerja.

Sama halnya dengan agenda Jakarta Timur Career Fest ini, tidak sekadar membentuk sektor ketenagakerjaan saja melainkan juga wajib menyediakan wadah agar warga mempunyai kapasitas untuk melahirkan peluang ekonomi secara berdikari.

"Mendorong tumbuhnya kewirausahaan serta penciptaan lapangan kerja baru melalui pengembangan usaha produktif dan ekonomi kreatif," ujar Taufik.

Lebih jauh lagi, keikutsertaan UMKM pada agenda yang berhubungan dengan ketenagakerjaan ini menunjukkan bahwa ekosistem kerja dapat dibentuk lewat bermacam-macam opsi. 

Warga tidak cuma dituntun untuk mendapat pekerjaan lewat penyaluran ke perusahaan, melainkan pula diberikan peluang mengoptimalkan usaha produktif sebagai keran penghasilan.

"Keterlibatan UMKM dalam kegiatan seperti career fest dan bazar juga membuka ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, memperluas jejaring, sekaligus berinteraksi langsung dengan calon konsumen," jelas Taufik.

Taufik menegaskan, pihak pemerintah bakal senantiasa memotivasi warga supaya mempunyai opsi yang lebih banyak dalam mendongkrak kesejahteraan, baik lewat pekerjaan formal maupun penguatan usaha secara mandiri.

"Dibutuhkan sinergi, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan," ucap Taufik.

Taufik menggantungkan harapan agar masyarakat yang telah masuk dalam Jakpreneur senantiasa melahirkan usaha yang produktif, kokoh, serta sanggup bertumbuh dalam periode jangka panjang.

Sebagai informasi, Jakarta Timur Career Fest diselenggarakan lewat sistem hybrid, yakni secara online dan offline. 

Untuk penyelenggaraan secara daring bergulir semenjak 21 Juli sampai 5 Agustus 2026 lewat situs resmi career.jakarta.go.id. 

Sementara itu, untuk penyelenggaraan secara luring digendakan selama dua hari mulai Selasa hingga Rabu, 28-29 Juli 2026 pada pukul 10.00 WIB sampai 16.00 WIB.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index