Rupiah Melemah Dekati Rp18.000 Imbas Mundurnya Gubernur BI

Rupiah Melemah Dekati Rp18.000 Imbas Mundurnya Gubernur BI
Pasar Soroti Pengunduran Diri Gubernur BI, Rupiah Dekati Rp18.000 [FOTO: NET].

JAKARTA — Pergerakan nilai tukar rupiah dibuka merosot terhadap dolar AS pada sesi perdagangan Senin (27/7/2026), berbarengan dengan keputusan Perry Warjiyo yang mundur dari posisinya selaku Gubernur Bank Indonesia.

Merujuk pada data Trading Economics pukul 09.02 WIB, kurs rupiah terkoreksi sebesar 0,29% atau merosot 51,2 poin ke level Rp17.973 per dolar AS.

Adapun keputusan penutup yang diambil oleh Perry Warjiyo pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia periode Juli ini yaitu mempertahankan BI-Rate di level 5,75% demi memperkuat stabilitas kurs rupiah.

Pada pagi harinya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan secara resmi pengunduran diri Perry Warjiyo lewat konferensi pers di Kantor Bank Indonesia, Senin (27/7/2026).

"Per kemarin secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada Bapak Presiden, yang kemudian sesuai dengan mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, terutama kami mengacu kepada Undang-Undang Bank Indonesia, maka pertama Bapak Presiden menerima pengunduran diri dari Bapak Perry Warjiyo," ujar Prasetyo Hadi.

Guna menempati posisi yang ditinggalkan, Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti secara resmi ditetapkan menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bank Indonesia.

Di sisi lain, tim riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia mencermati bahwa mundurnya Perry Warjiyo berpotensi menjadi sentimen pemberat bagi laju nilai tukar rupiah di pasar keuangan.

"Pergantian ini dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap kesinambungan kebijakan moneter dan menekan rupiah," tulis laporan Mirae Sekuritas, Senin (27/7/2026).

Selain itu, imbal hasil (yield) SBN tenor 10 tahun dinilai berisiko menguat, yang pada gilirannya mengerek tingkat bebas risiko (risk-free rate) sekaligus menekan nilai valuasi pasar saham.

Analis turut memproyeksikan Bank Indonesia masih berpeluang mendongkrak suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) hingga mencapai 6,0%, kendati arah panduan kebijakan berpotensi lebih condong pro-pertumbuhan (pro-growth).

Berdasarkan data Trading Economics, mata uang garuda telah terdepresiasi sebesar 0,66% sepanjang sebulan terakhir. Posisi kurs rupiah saat ini mencerminkan penurunan nilainya hingga 9,51% dalam rentang waktu 12 bulan belakangan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index