JAKARTA - Langkah pasangan ganda campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja, harus terhenti pada ajang China Open 2026.
Mereka mengungkapkan bahwa proses adaptasi yang kurang berjalan lancar terhadap kondisi lapangan menjadi penyebab utama kekalahan tersebut.
Saat berlaga dalam babak 16 besar China Open 2026 yang digelar di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Kamis, Rehan/Gloria dipaksa mengakui keunggulan pasangan Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje. Mereka takluk lewat permainan dua gim langsung dengan skor 8-21 dan 14-21.
"Hari ini apa yang kami pikirkan dan ekspektasi-kan malah berbeda kenyataannya di lapangan terutama mengenai kondisi angin di lapangan. Faktor nonteknis itu yang harus diperbaiki di Taipei Open minggu depan," kata Gloria mengenai faktor nonteknis sepanjang pertandingan yang mengganggu sebagaimana dikutip dari PBSI.
Di sisi lain, Rehan mengonfirmasi bahwa Mathias/Alexandra, yang berstatus sebagai unggulan ketiga dalam turnamen ini, memang tengah menunjukkan performa yang luar biasa dalam beberapa laga terakhir mereka.
"Lawan sedang dalam performa yang sangat baik akhir-akhir ini, terasa sangat percaya diri dengan semua pola yang mereka mainkan. Sementara kami kurang tenang," ungkap Rehan.
Evaluasi dari kekalahan di China ini bakal menjadi modal penting bagi Rehan/Gloria untuk menatap turnamen Taiwan Open 2026 yang dijadwalkan bergulir pada akhir Juli 2026.
Meski begitu, ajang China Open 2026 ini menandai kembalinya duet Rehan/Gloria setelah sempat melewatkan sejumlah seri turnamen BWF. Sebelum ini, penampilan pamungkas mereka sebagai pasangan ganda campuran tersaji pada ajang Australia Open 2026 yang berlangsung Juni lalu.