Dubes RI Dorong Investasi Teknologi Masa Depan dari China

Dubes RI Dorong Investasi Teknologi Masa Depan dari China
Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun. (Foto: NET)

JAKARTA - Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun mendorong perluasan kerja sama investasi antara Indonesia dan China ke sektor teknologi masa depan, termasuk kecerdasan buatan, smart manufacturing, industri digital, teknologi hijau, hingga otomasi untuk menyokong transformasi industri nasional. 

Langkah ini disampaikan dalam Indonesia-China Partnership Forum di Jakarta yang diikuti oleh perwakilan dari 27 perusahaan asal China. Djauhari menegaskan bahwa masa depan ekonomi bakal sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. 

Maka dari itu, ia menyatakan Indonesia berkomitmen untuk terlibat aktif dalam perubahan tersebut sebagai mitra produktif, mitra inovasi, dan mitra pertumbuhan, bukan sekadar menjadi pasar teknologi.

“Masa depan ekonomi akan ditentukan oleh teknologi seperti artificial intelligence, smart manufacturing, digital industry, green technology, automation, dan inovasi berbasis riset. Indonesia ingin menjadi bagian aktif dari perubahan ini bukan hanya sebagai pasar teknologi, tetapi sebagai mitra produktif, mitra inovasi, dan mitra pertumbuhan,” katanya.

Menurut Djauhari, kolaborasi di bidang ini memiliki potensi besar untuk diperkuat karena kedua negara mempunyai keunggulan yang saling melengkapi. 

China memiliki kelebihan pada aspek teknologi, manufaktur, modal, dan rantai pasok. Di sisi lain, Indonesia menawarkan pasar domestik yang luas, sumber daya strategis, tenaga kerja usia produktif, serta komitmen yang kuat pada transformasi industri.

Ajakan ini sendiri diutarakan di tengah derasnya arus investasi China ke Indonesia selama beberapa tahun belakangan. 

Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi dari China dari tahun 2021 sampai semester I 2026 telah menembus 38,34 miliar dolar AS dan membuka lebih dari 500 ribu lapangan kerja di Indonesia.

Djauhari memaparkan bahwa kemitraan ekonomi Indonesia dan China ke depannya tidak melulu soal menaikkan nilai perdagangan dan investasi, melainkan juga memastikan investasi yang masuk bermutu tinggi, berkelanjutan, dan memberi dampak konkret bagi kedua negara.

“Yang lebih penting adalah memastikan kerja sama tersebut semakin berkualitas, semakin berkelanjutan, dan semakin memberikan manfaat nyata bagi kedua negara,” ujarnya.

Di samping teknologi masa depan, Djauhari menuturkan bahwa Indonesia turut membuka kesempatan investasi pada sektor energi hijau. 

Ia menjelaskan bahwa pemerintah terus menggalakkan pemanfaatan energi terbarukan, merintis ekosistem kendaraan listrik, memperkuat industri baterai, mengoptimalkan efisiensi energi, serta mendirikan kawasan industri hijau. 

Langkah tersebut dinilai membuka peluang kemitraan yang lebih lebar dengan korporasi asal China seiring upaya Indonesia memacu transisi energi dan pengembangan industri bernilai tambah. 

Djauhari mengimbuhkan bahwa Indonesia terbuka bagi investasi berkualitas yang membawa transfer teknologi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkokoh industri nasional, dan memicu nilai tambah di dalam negeri.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index