BANDUNG, 22 Juli 2026 — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menegaskan komitmennya untuk mempercepat pengembangan wakaf produktif secara nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan kolaborasi, inovasi digital, dan peningkatan kapasitas Nazhir (pengelola wakaf) yang disampaikan dalam ajang Waqf Leaders' Summit 2026. Forum strategis ini mempertemukan para pengelola wakaf, regulator, akademisi, hingga pelaku industri untuk mendorong wakaf sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan umat yang berkelanjutan.
Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy, menyatakan bahwa kehadiran para pimpinan Nazhir dari seluruh Indonesia dalam forum ini menjadi energi kolektif yang esensial. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat transformasi wakaf produktif agar berfungsi optimal sebagai motor penggerak ekonomi umat, sekaligus menjadi amal jariyah yang manfaatnya mengalir lintas generasi.
Lebih lanjut, BSI menyoroti pergeseran paradigma pengelolaan wakaf. BSI menegaskan bahwa tantangan saat ini bukan lagi pada tahap penghimpunan, melainkan pada upaya memastikan instrumen tersebut menghasilkan manfaat ekonomi yang terukur. Oleh karena itu, BSI mengajak seluruh pimpinan lembaga nazhir untuk merumuskan minimal satu komitmen konkret—baik berupa program wakaf produktif baru maupun peningkatan skala program berjalan—yang dilengkapi dengan target penerima manfaat dan tenggat waktu yang jelas.
BSI mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan Waqf Leaders' Summit 2026 sebagai titik balik kebangkitan wakaf produktif di Indonesia.
"BSI menegaskan komitmennya untuk senantiasa hadir sebagai mitra strategis dalam setiap langkah perjalanan wakaf produktif Indonesia," ujar Erwan. Ia menambahkan bahwa keberhasilan pengembangan wakaf produktif sangat bergantung pada kolaborasi yang kuat dan implementasi program yang berdampak, di mana BSI akan terus mendukung penguatan ekosistem melalui inovasi, digitalisasi, dan sinergi berkelanjutan demi menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas.
Komitmen perluasan ekosistem ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kemitraan strategis antara Forum Wakaf Produktif (FWP) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI). Selain itu, forum ini juga meluncurkan Unit Manajemen Investasi FWP yang membuka ruang kolaborasi investasi melalui sesi Pitching Program bersama para nazhir terpilih. Langkah strategis ini turut difasilitasi oleh sinergi BSI bersama ekosistem wakaf nasional.
Upaya BSI dalam mengakselerasi inklusi wakaf didukung oleh fundamental perusahaan yang solid. Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia yang menduduki jajaran lima besar perbankan nasional dengan aset mencapai Rp 456 triliun dan dari sisi laba, BSI Rp3,39 triliun tumbuh 16,73% secara tahunan. Basis nasabah perseroan juga tumbuh mencapai 23,7 juta nasabah ditopang oleh keberhasilan transformasi digital.
Inovasi digital ini berkontribusi nyata pada kemudahan dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan sosial keagamaan BSI. Penghimpunan wakaf uang melalui ekosistem digital BSI terus menunjukkan pertumbuhan positif yang sejalan dengan peningkatan literasi masyarakat.
Hingga Maret 2026, BSI bersama UPZ BSI dan BSI Maslahat telah menyalurkan dana ZISWAF (zakat, infak, sedekah, dan wakaf) hingga hampir Rp320,8 miliar kepada ratusan ribu penerima manfaat di sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga program sosial keislaman. Khusus untuk penyaluran zakat, BSI mencatatkan peningkatan dari Rp268 miliar (2024) menjadi Rp316 miliar (2025), membawa total akumulasi penyaluran zakat sejak 2021 melampaui Rp1,1 triliun.
Melalui inisiatif berkelanjutan ini, BSI terus memperkuat posisinya bukan hanya sebagai lembaga perbankan, melainkan sebagai mitra pembangunan yang aktif memberikan solusi keuangan syariah inovatif untuk pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan sosial dengan komitmen ‘Melayani Sepenuh Hati’.