Nasional DVET 2026: Kemenperin Pacu Lulusan Vokasi Masuk Industri

Nasional DVET 2026: Kemenperin Pacu Lulusan Vokasi Masuk Industri
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Doddy Rahadi. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melebarkan akses kerja bagi para lulusan vokasi menuju sektor industri. Langkah ini dijalankan lewat penguatan sistem pendidikan ganda (dual system) yang mengintegrasikan dunia pendidikan dengan keperluan sektor usaha serta dunia industri.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Doddy Rahadi di Jakarta, Selasa, menyampaikan "penguatan kemitraan dengan industri menjadi strategi utama untuk meningkatkan penyerapan lulusan vokasi agar mampu langsung masuk ke rantai pasok manufaktur."

Doddy Rahadi menambahkan, instansinya berjalan terus dalam melebarkan kemitraan bersama dunia usaha dan dunia industri lewat pemantapan sistem pendidikan ganda (dual system). 

Hal tersebut mencakup pelatihan bagi instruktur tempat kerja (In-Company Trainer), penguatan Pusat Pengembangan Karir (Career Development Center), serta digitalisasi pada layanan vokasi.

Alih rupa tersebut berjalan selaras dengan pembangunan SDM industri yang wajib sanggup menjawab keperluan industri masa depan, termasuk di dalamnya digitalisasi manufaktur, pengembangan industri dengan basis teknologi tinggi, ekonomi sirkular, dan industri hijau.

Lebih jauh lagi, sebagai bentuk riil dari keberlanjutan kemitraan strategis itu, BPSDMI bersama Pemerintah Swiss dan Jerman secara resmi menyelenggarakan ajang National Dual Vocational Education and Training (DVET) 2026 yang bergulir pada Selasa–Kamis, 21–23 Juli 2026.

Pertemuan tingkat nasional ini menjadi tempat konsolidasi bagi para pemangku kepentingan dalam memperkokoh penerapan sistem pendidikan vokasi ganda (dual system), menyamakan kurikulum dengan keperluan industri modern, serta merumuskan arah kebijakan SDM vokasi yang inklusif sekaligus berkelanjutan di Indonesia.

Doddy Rahadi menegaskan pula komitmennya dalam memperkokoh ekosistem vokasi Indonesia. Menurutnya, investasi pada keterampilan merupakan investasi terhadap manusia, bisnis, dan daya saing ekonomi.

Sementara itu, National DVET 2026 yang digelar selama tiga hari tersebut menjembatani pertukaran pengetahuan, berbagi praktik terbaik, serta jejaring yang berkaitan dengan lima isu strategis, yakni In-Company Trainer, Teaching Factory, Industrial Based Curriculum, Structured Internship, dan Green Jobs bagi kawasan industri yang berbasis lingkungan.

Menurut Doddy Rahadi, poin-poin tersebut menjadi bagian krusial dalam memacu pengembangan dan pelembagaan bermacam inisiatif vokasi demi mempersiapkan SDM yang sanggup menopang transformasi industri hijau secara berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index