Program Magang Nasional Buka Kuota 50 Ribu Peserta

Program Magang Nasional Buka Kuota 50 Ribu Peserta
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari. (Foto: NET)

JAKARTA - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengemukakan bahwa hadirnya Program Magang Nasional menjadi bentuk nyata keseriusan pemerintah dalam memacu peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) demi menyongsong target Indonesia Emas 2045.

Menurut pemaparan Qodari yang diterima pada Selasa, pembentukan SDM yang unggul ialah pilar krusial bagi visi Indonesia Emas 2045. Oleh sebab itu, negara bakal terus memperbesar alokasi investasi di bidang pendidikan, layanan kesehatan, hingga penguasaan iptek.

"Sebagai salah satu wujud komitmen tersebut, pemerintah membuka pendaftaran program magang nasional pada tanggal 15 hingga 28 Juli 2026 dengan kuota sebanyak 50.000 peserta dari target 150.000 peserta sepanjang tahun 2026 ini," kata Qodari.

Ia menjelaskan bahwa jumlah bidikan untuk peserta Magang Nasional pada tahun 2026 ini mengalami kenaikan jika dikomparasikan dengan periode tahun lalu yang menjaring sebanyak 102.696 orang.

Qodari menilai agenda ini memang diformulasikan demi mengasah keahlian para pemuda sekaligus menyuguhkan pengalaman kerja yang sesuai dengan standar dunia industri dan korporasi.

Melalui skema tersebut, lanjut dia, para sarjana baru berpeluang melaksanakan magang sepanjang enam bulan dan bakal memperoleh uang saku bulanan sewajarnya nilai UMP ataupun UMK setempat.

Di samping membagikan modal pengalaman kerja, program ini pun memberikan jalan bagi para anggotanya untuk merajut relasi profesional, memperdalam pengetahuan praktis industri, dan menaikkan potensi direkrut langsung oleh instansi tempat magang berlangsung.

"Program magang nasional memang dirancang untuk meningkatkan kompetensi generasi muda sekaligus memberikan pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri," ujarnya.

Mengacu pada laporan evaluasi jalannya Program Magang Nasional fase kesatu dan kedua pada tahun lalu—yang mengikutsertakan 65.245 peserta serta 7.217 pendamping—tercatat di atas 84 persen dari total peserta mengaku merasa puas ataupun sangat puas atas pelaksanaan program ini.

Respon positif senada turut dilayangkan oleh pihak korporasi dan pendamping magang, di mana berkisar 84 persen menyatakan merasa puas ataupun sangat puas melihat kapasitas peserta dalam menyerap ilmu dan belajar sepanjang durasi magang.

Jika ditinjau dari aspek penguatan kapasitas, nyaris 98,5 persen dari total peserta dipandang mendapat penambahan kemampuan teknis, baik yang bertumbuh secara tajam maupun yang sekadar cukup meningkat.

Bukan hanya itu, melampaui 97 persen peserta menyebutkan dana saku yang mereka terima minimal dinilai cukup menyokong keadaan finansial pribadi ataupun keluarga mereka, lalu ada sekitar 30 persen dari total peserta berhasil mendapatkan pinangan kerja langsung pasca-menyelesaikan masa pemagangan.

Qodari memberikan kepastian bahwa pihak eksekutif tidak semata-mata fokus menyediakan lowongan pekerjaan baru, namun turut menjamin angkatan kerja tanah air memiliki kapasitas, tingkat produktivitas, serta daya saing yang jauh lebih kokoh dalam menjawab tantangan global.

"Dengan demikian, Generasi Muda Indonesia diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, tetapi juga lebih siap memasuki dunia kerja dengan percaya diri," ujarnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index